(Taiwan, ROC) – Kegiatan “2020 Taiwan Circular Economy Summit” secara perdana digelar pada tanggal 16 Oktober 2020.
Untuk pertama kalinya, Wakil Ketua Biro Perlindungan Lingkungan - Shen Chih-hsiu bersama dengan Wakil Menteri Ekonomi, Tseng Wen-sheng dan Wakil Ketua Dewan Pertanian, Huang Chin-cheng, menggelar kegiatan akbar ini.
“2020 Taiwan Circular Economy Summit” turut mengundang Ketua AIT (American Institute in Taiwan) – William Brent Christensen dan 11 perwakilan negara lainnya.
Shen Chih-hsiu menyampaikan, nilai ekonomi yang dibawa oleh sektor belanja daring dalam negeri telah mencapai NT$ 200 miliar per tahunnya.
Dirjen Perlindungan Lingkungan (EPA) telah menggelar kerja sama dengan platform penyedia jasa online untuk memungkinkan konsumen memilih menggunakan kemasan daur ulang.
Para konsumen dapat mendaur ulang kemasan-kemasan yang ada, dengan memanfaatkan 9300 “kotak hijau” yang disediakan oleh pihak Kantor Pos di seluruh kawasan Taiwan.
Shen Chih-hsiu mengimbau khalayak luas untuk menggunakan plastik daur ulang sesering mungkin. Dengan demikian, dapat mengurangi volume sampah plastik yang ada saat ini. Taiwan diharapkan dapat menggapai tujuan “nol lombah dan daur ulang sepenuhnya” di masa mendatang.
Shen Chih-hsiu mengatakan, “Kami harap dapat mencapai tujuan ‘nol limbah dan daur ulang sepenuhnya’. Tentu saja, kami juga berharap negara-negara lain dapat membagikan pengalaman mereka. Kami bersedia membagikan pengalaman kami kepada pihak global. Ini juga menjadi titik mula bagi sistem sirkular ekonomi dunia.”
William Brent Christensen menyampaikan, pencapaian nilai ekonomi dari pengelolaan limbah, sudah seharusnya melibatkan inovasi teknologi. Guna mewujudkan hal tersebut, Amerika Serikat bersedia untuk memperdalam kerja sama dengan Taiwan.
Tseng Wen-sheng menuturkan, Taiwan sudah seharusnya fokus terhadap pemroduksian komoditas daur ulang dan mulai memperkenalkannya kepada dunia.
Huang Chin-cheng juga menyampaikan, jumlah sumber daya pertanian di Taiwan setiap tahunnya akan berlebih sekitar 5 juta ton. Misalnya dengan 100.000 ton sisik ikan yang akan diolah kembali menjadi kolagen atau 160.000 ton cangkang tiram yang digiling menjadi bubuk untuk dipergunakan kembali.
Di samping itu, masih ada 60.000 ton produk umbi-umbian yang diolah kembali menjadi pakan ternak sapi.
Huang Chin-cheng berharap, melalui ragam kerja sama internasional dan kegiatan pertukaran teknologi antar negara, diharapkan dapat mempromosikan transformasi sektor pertanian dalam negeri.