(Taiwan, ROC) – Guna merevitalisasi perekonomian yang terpuruk akibat hantaman pandemi COVID-19, berdasarkan data statistik yang dimiliki oleh Komisi Pengawasan Keuangan atau FSC, hingga akhir bulan Agustus, bank milik pemerintah telah memberikan pelonggaran pinjaman kredit hingga mencapai angka NT$ 7,46 Trilyun, bertambah NT$ 67,55 milyar dibandingkan bulan sebelumnya. Total akumulatif hingga Agustus adalah sebesar NT$ 562,5 milyar, dengan pertumbuhan persentase mencapai 187,53%.
Wakil Kepala Bidang Perbankan FSC, Lin Chih-chi, menyampaikan dikarenakan hantaman pandemi yang terjadi pada paruh awal tahun ini, kondisi perekonomian mengalami perubahan. Setiap instansi pemerintah, misalnya Bank Sentral, Kementerian Ketenagakerjaan juga turut mengusung program revitalisasi. Sementara itu pihak bank milik pemerintah juga memberikan bantuan berupa pelonggaran peminjaman dana, dan juga jumlah pengajuan individual yang terus bertambah, sehingga target tahun ini telah tercapai. Adapun target yang ditetapkan sebelumnya adalah pemberian bantuan dana pinjaman sebesar NT$ 300 milyar, akan tetapi hingga akhir Agustus tahun ini, jumlah dana pinjaman bagi UMKM telah mencatat angka NT$ 562,57 milyar, atau meningkat sebanyak 187,53%.
Berkenaan dengan target untuk tahun depan, Lin Chih-chi menjelaskan jika pihaknya akan mengacu kepada kondisi perekonomian secara keseluruhan di tahun ini, barulah akan mempertimbangkan target untuk tahun depan.
Lin Chih-chi menyebutkan hingga akhir Agustus, 3 perbankan yang memberikan dana pinjaman terbesar antara lain Taiwan Cooperative bertambah sebanyak NT$ 68,6 milyar, Taiwan Business Bank bertambah sebanyak NT$ 53,4 milyar dan Esun Bank sebanyak NT$ 44,3 milyar.
Dari data statistik milik FSC, hingga akhir bulan Agustus, jumlah dana pinjaman kredit yang diajukan oleh UMKM telah menduduki 64,43% dari total dana pinjaman kredit yang dikhususkan bagi para pelaku usaha, menduduki 66,68% dari total dana yang dikhususkan bagi perusahaan swasta.
FSC menambahkan jika pihaknya masih akan terus mendukung para perbankan untuk bisa memberikan dana pinjaman kredit dengan catatan selama situasi masih dapat dikontrol, maka selayaknya memberikan bantuan dana pinjaman kredit untuk operasional perusahaan jenis kecil dan menengah, yang sekaligus dapat turut membangun sebuah lingkungan perbankan yang mampu memberikan keuntungan dan berguna bagi para pelaku usaha kelas kecil dan menengah.