(Taiwan, ROC) – Yuan Legislatif menjadwalkan Perdana Menteri Su Tseng-chang untuk dapat memberikan laporan atas dana anggaran tambahan dalam program “Revitalisasi 3.0”. Dalam laporannya, diinformasikan jika pihak Yuan Eksekutif dengan merujuk pada peraturan khusus revitalisasi ekonomi pasca pandemi, dapat menyusun dana anggaran belanja tambahan tahap ke dua, dengan jumlah total dana sebesar NT$ 210 milyar, adapun sumber dana didapati dari surat utang negara, dengan jangka waktu dari tanggal 15 Januari 2020 hingga 30 Juni 2021.
Su Tseng-chang juga menjelaskan jika dalam program revitalisasi 3.0, meliputi 2 bagian antara lain dana pencegahan dan pengobatan sebesar NT$ 38,3 milyar, yang mayoritas dipergunakan untuk riset penelitian vaksin dan pembelian, penguatan proses pemeriksaan di kawasan batas negara serta tugas pencegahan pandemi yang dilakukan oleh masing-masing pemerintah daerah. Selain itu, dana untuk program revitalisasi ekonomi mencatat angka NT$ 171,7 milyar, khususnya untuk pengadaan kupon revitalisasi, dana kredit bagi perusahaan dan dana subsidi biaya listrik.
Su Tseng-chang menegaskan bahwa hingga saat ini Yuan Legislatif telah meloloskan dana anggaran khusus pencegahan pandemi senilai NT$ 210 milyar, dengan proses penggunaan hingga saat ini telah mencapai NT$ 151,9 milyar, menduduki 94,3% dari total dana anggaran. Sementara itu, juga tercatat ada sebanyak 13,3 juta penduduk yang menikmati kebijakan tersebut, dan di waktu yang bersamaan juga telah mampu membantu sebanyak 110 ribu perusahaan rumah tangga agar tidak bangkrut, mempertahankan lebih dari 900 ribu pekerja untuk tidak kehilangan pekerjaan. Pemerintah dipastikan penyusunan kebijakan tidak difungsikan untuk berfoya-foya, namun berharap dapat memberikan bantuan untuk pelaku usaha dan melindungi kesehatan warga, khususnya di masa-masa pandemi seperti saat ini.
Namun, karena total dana anggaran khusus yang akan dipergunakan telah mencapai angka senilai NT$ 420 milyar. Dalam laporan Kementerian Keuangan diketahui jika mengkalkulasikan total dana, mulai dari program pembangunan infrastruktur masa depan, program pembelian alutsista baru dan pinjaman dengan pengadaan surat hutang negara, akan menduduki perbandingan sebesar 31,1% pada tahun 2020, kemudian akan naik menjadi 32,6% untuk tahun 2021. Sementara jumlah perbandingan persentase maksimal adalah 40,6%, masih ada jeda sebesar 8%, dan jumlah dana yang dapat dihimpun dari surat hutang negara adalah sebesar NT$ 1,5 trilyun.