History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Harga Listrik Terbaru di Taiwan Akan Diumumkan Per 14 September

  • 12 September, 2020
  • 譚雲福
Harga Listrik Terbaru di Taiwan Akan Diumumkan Per 14 September
Harga Listrik Terbaru di Taiwan Akan Diumumkan Per 14 September

        (Taiwan, ROC) – Kementerian Perekonomian pada tanggal 14 September dijadwalkan akan menggelar rapat sidang pembahasan tarif listrik. Sehubungan dengan harga bahan bakar di pasar internasional, masih berada dalam kondisi melemah, maka banyak pihak yang memprediksi jika harga listrik akan tetap stabil untuk periode yang ke lima kalinya secara berturut, dimana harga listrik per wattnya adalah sebesar NT$ 2,62.

        Setiap tahunnya Kementerian Perekonomian akan menggelar 2 kali rapat sidang pembahasan tarif listrik, usai ditetapkan maka akan diselaraskan harga di pasaran pada bulan April dan Oktober. Selain itu, pihak Kementerian Perekonomian juga menetapkan batasan maksimal kenaikan adalah sebesar 3%. Untuk rapat selanjutnya akan digelar pada tanggal 14 September.

        Harga pokok bahan bakar akan memberikan pengaruh yang paling penting terhadap tarif listrik. Dalam beberapa waktu terakhir ini, harga minyak di pasar internasional juga tidak ada kenaikan, yakni berkisar pada US$ 40 per barrel nya. Sementara untuk bahan baku jenis batu bara, gas alam, memiliki harga pokok yang lebih rendah, ini juga menjadi alasan lainnya jika banyak pihak yang memprakirakan tidak akan ada kenaikan harga listrik.

        Karena biaya modal untuk pengadaan listrik berkurang, ditambah lagi dengan diberlakukannya harga jual musim panas untuk bahan bakar minyak per Juni lalu, maka untuk tahun ini saja, selama 7 bulan di awal pihak Perusahaan Listrik Nasional Taiwan atau Taipower telah berhasil mengumpulkan keuntungan sebesar NT$ 8 milyar.

        Dosen National Central University, Liang Chi-yuan menganalisa jika untuk tahun ini Taipower akan tetap mendapatkan sisa keuntungan. Akan tetapi seiring dengan pengaruh pandemi yang mulai menurun, negara anggota OPEC terus melakukan pengurangan produksi minyak, maka kondisi akan berubah dari jumlah persediaan lebih banyak dibandingkan pemintaan pasar, menjadi sebaliknya, yakni persediaan minyak tidak dapat mencukupi kebutuhan pasar. Hal ini tentu akan mempengaruhi melonjaknya harga minyak impor. Semua hal ini diprediksi akan secara perlahan terjadi hingga pada pertengahan tahun depan.

        Liang Chi-yuan menjelaskan dengan mempertimbangkan kemungkinan naiknya modal pengadaan listrik, ditambah lagi dengan kondisi tahun 2018 dan 2019, yakni harga listrik dapat stabil dikarenakan adanya subsidi bantuan bagi pihak Taipower, dan dana ini kini masih tersisa sebesar NT$ 10,75 milyar. Jika hasil rapat menetapkan tidak ada perubahan untuk harga listrik, maka dengan sisa keuntungan yang didapatkan oleh Taipower pada tahun ini, ditambah dengan dana subsidi, akan lebih menstabilkan keadaan listrik di Taiwan.

        Wakil Menteri Perekonomian Tseng Wen-sheng sebelumnya saat diwawancarai oleh media menjelaskan bahwa penetapan harga listrik selain karena unsur harga modal pengadaan, juga bisa dikarenakan oleh kondisi sosial ekonomi masyarakat.

        Tseng Wen-sheng menyebutkan meskipun pada bulan Januari hingga Agustus, Taiwan juga mendapatkan dampak pengaruh karena pandemi, namun jumlah penggunaan listrik secara keseluruhannya tetap mengalami peningkatan. Adapun rapat pembahasan yang digelar, adalah untuk memberikan sebuah prediksi akan kondisi harga tahun depan. Berkenaan dengan perhitungan modal, akan diserahkan kepada tim pakar untuk menghitungnya. Untuk saat ini, pihak Kementerian Perekonomian masih belum dapat memberikan jawaban berkenaan dengan harga listrik, dan meminta masyarakat dapat menantikan pengumuman yang akan dilakukan usai rapat.

Komentar

Terbarumore