(Taiwan, ROC) -- Badan Pengembangan Nasional (MDC) kemarin (8/9) mengumumkan rancangan infrastruktur berwawasan ke depan 2.0 untuk periode tahun 2021 – 2025 yang mana untuk kebijakan jalur rel mengalami perubahan besar, dari anggaran yang tadinya sebesar NTD400 milyar terpotong setengah menjadi NTD200 milyar. Menteri Transportasi, Lin Chia-lung yang hadir dalam “Forum Pengembangan Berkesinambungan Pariwisata 2020” ketika ditanyakan apakah alasan pemotongan setengah untuk anggaran infrastruktur jalur rel ini karena setelah penilaian pemerintah mendapati bahwa sebagian besar pembangunan jalur rel tidak layak? Lin Chia-lung menyampaikan, pemerintah belum membelok, perencanaan dan anggaran pembangunan jalur rel utama juga belum berubah, hanya saja untuk menyesuaikan dengan susunan dana anggaran dana khusus, semua infrastruktur jalur rel yang sudah dimasukkan pada 4 tahun lalu akan tetap berlanjut, tetapi untuk jalur rel baru dengan masa lebih dari 4 tahun akan dimasukkan dalam susunan anggaran infrastruktur publik tahunan. Lin Chia-lung menegaskan, ini merupakan penyesuaian susunan anggaran, tidak ada satupun infrastruktur jalur rel yang berubah atau terpengaruh karena hal ini.
Lin Chia-lung mengatakan, “Tidak ada satupun item yang dihapus. Karena rancangan infrastruktur berwawasan ke depan tahap kedua adalah untuk 4 tahun mendatang, untuk itu memerlukan anggaran khusus untuk dilaksanakan dalam kurun waktu 4 tahun. Apabila pembangunan proyek memerlukan waktu 10 tahun maka ada beberapa yang menggunakan dana anggaran pembangunan infastruktur publik tahunan, ini hanya meletakkan pada tempat yang berbeda saja, sebenarnya tidak ada satupun pembangunan infrastruktur yang terkena pengaruh langsung karena tidak dimasukkan dalam anggaran infrastruktur berwawasan ke depan 2.0 ini, jadi tidak ada perubahan besar.”
Lin Chia-lung lebih lanjut mengemukakan, anggaran untuk infrastruktur tiap jalur rel sangat besar, prosedurnya juga harus ketat, sebelumnya anggaran infrastruktur berwawasan kedepan 1.0 digerakkan, banyak perencanaanan yang didaftarkan tapi bukan berarti dapat diloloskan, harus melalui penilain lingkungan dan peraturan, bahkan mungkin juga akan berhadapan dengan kesulitan untuk mendapatkan lahan yang diperlukan atau timbul masalah sengketa dan lainnya. Kementerian Transportasi mempromosikan “sebelah barat HSR, sebelah timur kereta cepat” jaringan jalur rel keliling pulau.