History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Izumi Hiroyasu Imbau Larangan Impor Produk Makanan dari Fukushima Dicabut

  • 26 August, 2020
  • 曾秀情
Izumi Hiroyasu Imbau Larangan Impor Produk Makanan dari Fukushima Dicabut
Ketua Dewan Pertanian, Chen Chi-chung

(Taiwan, ROC) -- Referendum “Anti makanan radiasi nuklir” dengan masa waktu 2 tahun akan segera berakhir, Ketua Japan Taiwan Exchange Association, Izumi Hiroyasu hari Rabu (26/8) secara terbuka di depan Ketua Dewan Pertanian, Chen Chi-chung mengimbau agar mencabut larangan masuk produk dari lima wilayah Jepang seperti Fukushima. Ketika diwawancarai Chen Chi-chung mengemukakan, semua topik yang berkaitan dengan ekonomi perdagangan makanan harus dipastikan keamanan makanannya, tidak menghantam industri yang ada, memiliki dasar ilmiah dan menggunakan cakupan standar internasional.

Dalam referendum pemilu 9 in 1 yang berlangsung November 2018 meloloskan referendum “anti makanan radiasi nuklir” dari Fukushima, Ibaraki, Tochigi, Gunma, Chiba dan wilayah lainnya, melarang impor produk makanan dan pertanian dari daerah tersebut selama 2 tahun. Masa dua tahun ini sudah hampir berakhir sehingga tindakan apa yang akan diambil pemerintah menjadi perhatian orang. Chinese East Asia Economic Association hari ini (26/8) mengundang Dewan Perikanan Kabupaten Pingtung, Kota Kaohsiung, dan Kota Tainan sebanyak 24 orang perwakilan untuk bersama-sama menyelenggarakan forum pembahasan dan perkembangan “pertukaran usaha produk perikanan Taiwan – Jepang”, mempromosikan produk perikanan khas dari tiga wilayah di Taiwan tersebut.

Ketua Japan Taiwan Exchange Association, Izumi Hiroyasu dalam kata sambutannya, membeberkan masalah impor produk makanan Fukushima, ia mengungkapkan bahwa impor produk makanan Taiwan dan Jepang sangat banyak, Taiwan merupakan negara pengimpor terbesar ke-4 Jepang dan Jepang merupakan negara kedua pengimpor terbesar bagi Taiwan. Namun ia juga mengungkapkan, masalah terbesar produk makanan Taiwan – Jepang adalah produk makanan dari 5 wilayah sekitar termasuk Fukushima dilarang impor sejak tahun 2011, berdasarkan teknologi pemeriksaan yang dilakukan Jepang, produk makanan yang melampaui standar residu tidak akan beredar di pasaran dan juga tidak akan diekspor, untuk itu berharap berdasarkan bukti ilmiah ini dapat secepatnya mengakhiri larangan agar konsumen Taiwan dan Jepang dapat menikmati keunggulan produk pertanian satu sama lain.

Ketua Dewan Pertanian, Chen Chi-chung dalam wawancaranya merespon, topik-topik ini sudah sejak lama dan pemerintah Jepang selalu berupaya mencari solusinya, tetapi sebelum 24 November tidak mungkin diselesaikan dan tidak dapat diselesaikan, untuk itulah melakukan referendum.

Ia juga menambahkan, Taiwan adalah negara yang berfokus pada pembangunan ekonomi dan perdagangan, cakupan ekspor dan impor melebihi 140% dari PDB (Pendapatan Domestik Bruto), untuk itu dalam menyelesaian masalah ekonomi perdagangan seperti yang dikemukakan oleh Presiden Tsai Ing-wen yaitu: pertama, harus memastikan keamanan makanan bagi konsumen, Kedua adalah tidak menghantam bidang lainnya, ketiga harus memiliki dasar ilmiah dan keempat mengunakan cakupan standar internasional. Hal ini tidak terkecuali dengan produk makanan Jepang.

Namun ia menegaskan, tetapi tidak karena larangan impor produk dari 5 wilayah di Fukushima perdagangan produk makanan Jepang jadi berkurang, malahan sebaliknya menjadi bertambah, selain 5 wilayah tersebut masih ada 42 wilayah yang penjualan produk makanannya di Taiwan bertambah, untuk itu larangan penjualan produk makanan dari Fukushima tidak menjadi kendala bagi perdagangan Taiwan dan Jepang.

Komentar

Terbarumore