(Taiwan, ROC) -- ChairmanTaiwan Association of Machinery Industry (TAMI), Ko Pa-shi (柯拔希) dalam rapat anggota yang digelar beberapa hari lalu menyampaikan, industri mesin akhirnya berhasil menembus 1 triliun dollar Taiwan pada tahun 2017, menjadi industri ketiga di Taiwan yang menembus angka triliun NTD. Namun dipengaruhi dengan hantaman yang datang dari pandemi COVID-19 sehingga industri yang tadinya diperkirakan dapat menembus 2 triliun pada tahun 2025 ini, kemungkinan akan tertunda karena dampak dari wabah yang menyerang global sejak awal tahun 2020 ini.
Ko Pa-shi (柯拔希) menegaskan, industri mesin tidak dapat menghindar masa lesu sekarang ini, tetapi ini hanya jangka pendek karena perang dagang antara Amerika Serikat dan Daratan Tiongkok di tambah lagi situasi pandemi yang menghantam kawasan industri Daratan Tiongkok sehingga basis produksi ditransfer dari Daratan Tiongkok ke negara-negara lain. Kecenderungan basis produksi kedua ini tidak akan berubah, diharapkan setelah munculnya vaksin, maka kebutuhan yang mendapat tekanan dan peluang basis produksi kedua dapat mendatangkan gelombang eksplosif bagi industri mesin, ditambah lagi Taiwan yang memiliki industri teknologi pintar dan manufaktur cerdas yang tentu dapat memiliki efek multiplikasi dalam produksinya.
Ko Pa-shi menyampaikan, TAMI bersama produsen akan berupaya keras mempromosikan “Toyota Production System (M-TPS)” berharap cara sistem ini dapat menjadi bahasa yang digunakan bersama untuk membangun kembali kepercayaan industri, membantu pencapaian manajemen industri 4.0, pelatihan tenaga berbakat 4.0 dan teknologi 4.0
Ko Pa-shi juga sekali lagi mengimbau, pemerintah seharusnya melakukan devaluasi pencegahan, berharap bank sentral dapat memantau ketat fluktuasi mata uang negara-negara benua Asia, NTD dan negara-negara pesaing, untuk dapat membantu persaingan ekspor impor karena begitu kehilangan satu pelanggan sama artinya kehilangan untuk selamanya.