(Taiwan, ROC) -- Pandemi COVID-19 terus merebak di dunia, yang mana juga berdampak besar bagi ekspor Taiwan, Perdana Menteri Su Tseng-chang beberapa hari lalu mengumumkan akan memberikan bantuan penyelamatan 3.0. Menteri Ekonomi Wang Mei-hua mengemukakan, program dari kementerian ekonomi difokuskan pada bidang manufaktur, pengembangan industri dan lainnya dengan perbandingan yang sama dengan cara program penyelamatan 2.0. Terkait pemasukan operasional perusahaan yang menurun drastis hingga 50% akibat hantaman pandemi COVID-19 ini, dan saat ini anggaran perencanaan diutamakan pada satu kwartal yang berarti pelaksanaan penyelamatan untuk bulan Juli hingga September, selanjutnya apabila anggaran dana mencukupi baru mungkin akan diperluas hingga ke kwartal 4.
Wang Mei-hua menyampaikan, kementerian ekonomi telah menemui dan berupaya memahami situasi dari industri tenun, perabot rumah tangga, kancing, mesin, pekakas, penerbangan, perakitan mobil dan lainnya semasa liburan Festival Peh Cun, semuanya merasa khawatir dan takut karena berdampak pada pemesanan luar negeri.
Berhubung masih terus diberlakukan larangan perbatasan sehingga pebisnis internasional mengalami kesulitan untuk datang ke Taiwan, Wang Mei-hua mengungkapkan, ada banyak organisasi pengusaha yang secara perorangan melakukan komunikasi dengan CECC untuk memproses secara individual dan berharap memiliki peluang pemberian ijin secara kasus per kasus.