(Taiwan, ROC) – Bank Pembangunan Asia atau ADB pada hari Kamis merilis laporan berkenaan dengan pertumbuhan ekonomi negara-negara di Asia, dengan melakukan perbaikan prediksi untuk negara-negara berkembang di kawasan Asia menjadi 0,1%, yang mana menjadi yang terendah sejak tahun 1961. Sementara untuk Taiwan sendiri, ADB melakukan perbaikan prediksi pertumbuhan ekonomi, dari 1,8% menjadi 0,8%. Meskipun terjadi penurunan, namun persentase tersebut adalah yang terbaik dibandingkan dengan negara lainnya yang dikategorikan sebagai “4 naga kecil”.
ADB merilis laporan dengan tajuk “Harapan perkembangan Asia 2020” atau yang disebut juga sebagai ADO 2020, melakukan revisi untuk laporan bulan April. Dalam laporan disebutkan jika persentase pertumbuhan ekonomi Taiwan menjadi 0,8%, sementara untuk Hong Kong sendiri direvisi dari -3,3% menjadi -6,5%, Singapura diturunkan dari 0,2% menjadi -6%, dan Korea Selatan dari 1,3% menjadi -1%.
ADB memprediksi jika dalam negara-negara yang dikategorikan sebagai negara yang tengah berkembang, selain kawasan Asia Timur yang diprediksi memiliki persentase sebesar 1,3%, negara lainnya disebutkan terjadi penyusutan perkembangan, dengan nilai total pertumbuhan ekonomi dari 2,2% menjadi 0,1%. Jika tidak mengikutsertakan negara-negara yang disebut sebagai “4 naga kecil”, maka persentase pertumbuhan ekonomi untuk kawasan Asia direvisi dari 2,4% menjadi 0,4%.
Dalam laporan disebutkan selain Taiwan yang masih memiliki persentase pertumbuhan ekonomi plus, masih ada Daratan Tiongkok yang memiliki persentase pertumbuhan ekonomi sebesar 1,8%.
Dalam laporan dipaparkan bahwa jika dibandingkan dengan negara-negara lainnya, maka nilai pertumbuhan ekonomi Taiwan masih bisa disebut memiliki daya saing yang tinggi, akan tetapi karena pandemi COVID-19 yang masih terus mengganas di dunia, telah mematahkan daya beli para konsumen, sehingga pertumbuhan ekonomi mengalami perlambatan. Prediksi ini juga memberikan jawaban daya beli konsumen yang terus melemah pada kwartal ke dua di tahun ini, namun akan ada perbaikan di paruh akhir tahun secara bertahap.
Untuk tahun 2021, karena dipengaruhi oleh adanya pelonggaran dalam hal kebijakan moneter yakni sebesar NT$ 1,05 trilyun, yang mana sama dengan 5,6% jumlah GDP yang ada, maka pihak ADB memprediksi jika pertumbuhan ekonomi Taiwan mampu mencapai 3,5%, lebih tinggi dari prediksi awal yang hanya sebesar 2,5%.
Di sisi lainnya, prediksi tahun 2021 untuk pertumbuhan ekonomi Daratan Tiongkok akan mencapai 7,4%, naik dibandingkan dengan prediksi awal yakni sebesar 7,3%. Untuk Hong Kong sendiri, angka pertumbuhan ekonomi adalah 5,1%, naik dibandingkan prediksi awal yang hanya sebesar 3,5%. Untuk Korea Selatan, persentase pertumbuhan ekonomi direvisi dari 2,3%, naik menjadi 3,5%. Sementara untuk Singapura, persentase pertumbuhan ekonomi direvisi dari 2%, naik menjadi 3,2%.