(Taiwan, ROC) Kementerian Ketenagakerjaan (MOL) menetapkan pembahasan kenaikan upah pokok pada tahun depan, grup perusahaan pada hari Kamis ini (18/6) menyampaikan, akibat pandemi COVID-19 perusahaan mendapat pengaruh buruk cukup berat, walaupun situasi penyebaran epidemi di Taiwan cukup terkendali, namun ekonomi belum pulih sepenuhnya, ditambah lagi gelombang pandemi ke-2 yang dapat menyebabkan situasi tak menentu, maka mengimbau agar kenaikan upah minimum tahun depan dapat ditunda sementara, menunggu hingga ditemukan vaksin yang dapat mengatasi pandemi baru membahas kenaikan gaji.
Akibat pandemi COVID-19 berimbas buruk pada perekonomian dunia, perusahaan grup meminta agar kenaikan upah pokok dapat ditunda sementara waktu, namun sikap Menteri Ketenagakerjaan Hsu Ming-chun (許銘春) hingga saat ini tetap akan menggelar rapat pertemuan kecil pembahasan kenaikan upah pokok, diputuskan rapat digelar pada tahun ini, namun apakah ada revisi untuk kenaikan upah pokok akan diserahkan kepada komite peninjau untuk diputuskan.
Sehubungan dengan hal ini Ketua Asosiasi Perusahaan Kecil dan Menengah Nasional (National Association of Small & Medium Enterprises.NASME) Lee Jia-yu (李育家), Ketua Pelaksana General Chamber of Commerce, ROC Lai Cheng-i(賴正鎰) pada hari kamis ini (18/6) saat mendapat wawancara, mereka berdua menekankan, bahwa pada tahun ini tidak pas untuk melakukan kenaikan upah. Lee Jia-yu menegaskan, situasi pandemi Taiwan cukup terkendali, dikombinasikan dengan kebijakan pemberian triple kupon pemerintah untuk mendongkrak perekonomian, diharapkan usaha kecil dapat tumbuh secara bertahap, jika pemerintah bersikeras menaikkan upah pokok, maka hanya akan memperkeruh kondisi pemulihan ekonomi. Ia mengatakan, “Saat ini berada dalam masa pemulihan, jika menaikkan gaji, akan berubah menjadi lumpuh! Ada kalanya saya merasa, sebagian besar orang beranggapan optimis, pandangan positif cukup bagus, namun jika menambah modal usaha, untuk sementara waktu ini bukanlah waktu yang tepat.
Lee mengatakan, belakangan ini Beijing mulai dengan penyebaran epidemi, hal ini kembali meragukan dunia akan pandemi gelombang ke-2, sementara Taiwan melonggarkan kebijakan pembatasan sosial, di kelak nanti maka meragukan tidak ada kasus terinfeksi di Taiwan, semua ini menjadi faktor penyebab kondisi tak menentu yang mengganggu perekonomian, bukan waktunya untuk merevisi kenaikan upah pokok.
Lai mengatakan, dalam beberapa tahun terakhir ini upah minimum dinaikkan setiap tahun, baik di sektor jasa, manufaktur tahun ini mendapat pukulan berat akibat pandemi, mengharapkan pemerintah dan buruh bisa memahami kesulitan yang dihadapi oleh pelaku usaha, maka kali ini menghentikan sementara kenaikan upah, setelah dipastikan kondisi pandemi terkendali baru dilakukan pembahasan kenaikan gaji pokok.