(Taiwan, ROC) --- Di tengah melambatnya kasus penularan COVID-19 di dalam negeri, Taiwan kini mulai memasuki masa "New Normal". Taiwan External Trade Development Council (TAITRA) menyampaikan, pihaknya akan memulai kegiatan pameran dengan skala nasional terlebih dahulu. Seluruh kegiatan pameran dalam negeri diperkirakan akan kembali berjalan normal pada pertengahan akhir tahun ini. Dengan demikian, diharapkan dapat memulihkan roda perindustrian sebanyak 50% hingga 60%. Perihal kapan akan kembali menggelar pameran berskala internasional, TAITRA menjawab hal tersebut masih harus bergantung pada kebijakan pengontrolan di kawasan perbatasan, baik Taiwan maupun negara-negara lain di dunia.
Semenjak wabah pneumonia merebak di Kota Wuhan pada akhir bulan Januari silam, tidak sedikit telah mengubah tatanan hidup manusia. Roda perekonomian dan perindustrian harus terdampak akibat kecamuk COVID-19, tidak terkecuali dengan sektor pameran. Di tengah melambatnya kasus penularan virus korona di dalam negeri, pemerintah Taiwan pada tanggal 7 Juni 2020 telah mengumumkan bahwa kini Taiwan telah memasuki masa New Normal. Masyarakat pun secara bertahap dipersilakan untuk kembali beraktivitas seperti sedia-kala. Ketua Biro Perdagangan Internasional (TRADE) Chen Chern-chyi (陳正祺) dan Ketua TAITRA Ye Ming-shui (葉明水) menggelar pertemuan pers pada tanggal 11 Juni 2020. Dalam jumpa pers tersebut, mereka mengumumkan bahwa pergelaran pameran dengan skala nasional mulai dapat dijalankan, dengan tetap berdasar pada pedoman kehidupan pengendalian epidemi baru.
Ye Ming-shui menambahkan, kegiatan pameran dalam negeri biasanya akan menyumbang nilai positif sebanyak 60% hingga 70%. Setelah pemerintah mengumumkan dimulainya masa New Normal pada bulan Juni dan Juli ini, membuat beberapa pihak mulai menggelar kegiatan pameran mereka. Diberitakan telah 50 pameran dan kegiatan konser, dengan peluang bisnis yang dapat mencapai angka jutaan hingga puluhan juta dolar Taiwan. Diharapkan hal ini dapat menstimulus kembali roda perekonomian dalam negeri dan mampu memulihkan rantai perindustrian sebanyak 50% hingga 60%.
Ye Ming-shui mengatakan, "Pameran kami membutuhkan banyak partisipasi negara-negara luar. Dan hal ini tidak hanya bisa bergantung pada satu negara. Kami tentu berharap negara-negara luar mulai membuka akses mereka, sehingga pihak penjual dan pembeli dapat saling berinteraksi. Dengan demikian, pameran dapat berjalan dengan sukses."
Ye Ming-shui menambahkan, selama masa pandemi, sebagian besar pameran berjalan melalui saluran online. Tidak sedikit dari mereka menerapkan inovasi virtual nyata, guna memperkenalkan produk mereka ke khalayak luas. Hal ini diperkirakan dapat membangkitkan sektor perindustrian baru, yang lebih mengedepankan teknologi dan inovasi.