History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

JP Morgan: Industri Teknologi Taiwan Mendapatkan Keuntungan Seiring Membaiknya Pencegahan Pandemi

  • 27 May, 2020
  • 譚雲福
JP Morgan: Industri Teknologi Taiwan Mendapatkan Keuntungan Seiring Membaiknya Pencegahan Pandemi
JP Morgan: Industri Teknologi Taiwan Mendapatkan Keuntungan Seiring Membaiknya Pencegahan Pandemi

(Taiwan, ROC) – Karena pandemi COVID-19 yang merebak, perekonomian dunia juga menghadapi dampak krisis besar. Namun Direktur Riset Perekonomian JP Morgan, Bruce Kasman, berpendapat bahwa Taiwan bersikap cepat tanggap dalam menghadapi pandemiCOVID-19 kali ini, sehingga turut memberian efek positif dalam hal pertumbuhan industri teknologi. Persentase pertumbuhan yang mencatat nol persen untuk tahun ini, maka diprediksi akan dapat kembali ke standar umum pertumbuhan yang semula, dan jika dibandingkan dengan negara lain, maka Taiwan memiliki masa depan pertumbuhan industri teknologi yang jauh lebih baik dibandingkan dengan negara lainnya.

Karena pandemi COVID-19 yang melanda dunia, dalam laporan hasil studi riset bidang perekonomian sedunia JP Morgan, memprediksi jika indeks GDP Taiwan untuk tahun ini akan naik sebanyak 0,1%, walaupun tidak sebanding dengan angka yang berhasil dicapai pada tahun lalu, yakni 2,7%, namun pada tahun depan angka pertumbuhan akan mampu memberikan nilai yang baik, dan diperkirakan bisa naik melambung sebesar 3,1%.

Bruce Kasman pada hari Selasa tanggal 26 Mei waktu setempat dalam salah satu jumpa pers dengan media asing di New York, memaparkan hasil analisa dan laporan terkait harapan pertumbuhan ekonomi dunia. Kepada wartawan CNA, Bruce Kasman memberikan nilai “Sangat baik” bagi kondisi pertumbuhan ekonomi Taiwan untuk ke depannya.

Bruce Kasman menjelaskan, meskipun JP Morgan memprediksi angka pertumbuhan ekonomi Taiwan hanya mencatat nol persen untuk tahun ini, namun jika dibandingkan dengan negara lainnya, dampak penurunan terhadap aktivitas perekonomian Taiwan terbilang sangat kecil, dan diperkirakan jika revitalisasi perekonomian untuk kembali kepada tahapan normal, tidak akan membutuhkan waktu yang lama. Ini juga dikarenakan kemampuan Taiwan dalam menangani masalah pandemi COVID-19 secara cepat, pembangunan sarana dan prasarana untuk jaringan internet 5G, penerapan sistem “Work from home” yang turut mendongkrak perkembangan industri teknologi, maka kondisi perekonomian Taiwan di kedepannya terbilang lancar dan tepat sasaran. 

Walau demikian, jumlah ekspor Taiwan ke luar negeri juga mengalami penurunan akibat kondisi pandemi yang merebak di dunia, yang mana pada bulan April mengalami penurunan sebanyak 1,3%, dan terus menurun selama 2 bulan berturut. Kementerian Keuangan memprediksi jika kondisi ekspor Taiwan ke luar juga akan menghadapi tekanan penurunan yang cukup besar dan signifikan, yakni mencatat 4% hingga 6%.

Bruce Kasman menyebutkan dari data angka yang ada, dapat dilhat bahwa secara keseluruhan angka ekspor Taiwan tidak mengalami peningkatan, akan tetapi karena masih didukung dengan industri teknologi Taiwan, maka turut dapat menikmati permintaan pasar yang sebelumnya didapatkan dari salah satu rantai jaringan logistik Daratan Tiongkok, jauh hari sebelum terjadinya pandemi, sehingga kondisi tidak terbilang parah. 

Jika melihat kondisi dunia, JP Morgan memprediksi jika pada paruh pertama tahun ini, angka penurunan GDP mencatat sebanyak 18%, yang juga menjadi yang terburuk setelah perang dunia ke 2.

Dalam laporan juga disebutkan jika merebaknya pandemi COVID-19, mempercepat proses melambannya roda perekonomian dunia, bahkan lebih cepat melamban dibandingkan pada tahun sebelumnya. Usai adanya berbagai program pelonggaran peraturan terkait pandemi, maka kondisi perekonomian kawasan Daratan Tiongkok akan terlebih dahulu memasuki fase revitalisasi, baru kemudian disusul oleh Amerika dan Eropa Barat. Sementara untuk paruh akhir tahun ini, akan muncul angka pertumbuhan sebanyak 2 digit, namun untuk jumlah pengangguran dan kondisi keuangan yang menciut khususnya untuk bidang industri rumah tangga dan perusahaan, telah dipastikan akan terjadi. Revitalisasi ekonomi hanya akan dapat berjalan secara bertahap, dan dampak pengaruh kerugian masih akan terus berjalan untuk sementara waktu.

Bruce Kasman menjelaskan jika kurva pertumbuhan perekonomian akan memberikan bentuk huruf “V”, tetapi untuk standar GDP sendiri akan memberikan bentuk huruf “U”, yang menandakan peningkatan melamban dan pengaruh yang dirasakan masih terbilang sangat panjang.

Komentar

Terbarumore