History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

PM Su Tseng-chang: 3 Busur Revitalisasi Ekonomi Hadapi Krisis Pandemi

  • 27 May, 2020
  • 譚雲福
PM Su Tseng-chang: 3 Busur Revitalisasi Ekonomi Hadapi Krisis Pandemi
PM Su Tseng-chang: 3 Busur Revitalisasi Ekonomi Hadapi Krisis Pandemi

        (Taiwan, ROC) – Perdana Menteri Su Tseng-chang dijadwalkan akan memberikan laporan administrasi pemerintah di Yuan Legislatif pada hari Jumat tanggal 29 Mei mendatang. Merujuk kepada berkas laporan yang telah tiba di Yuan Legislatif, disebutkan tentang dampak pengaruh pandemi COVID-19 terhadap kehidupan para buruh, industri manufaktur dan juga perusahaan, mengajukan 3 busur revitalisasi dengan langkah “Pembagian kupon revitalisasi, bantuan kredit usaha dan meringankan beban tekanan ekonomi”.

        Dalam laporan juga disebutkan jika Taiwan berhasil melakukan tugas pencegahan pandemi COVID-19 kali ini dengan “Cara Taiwan”, yang mana telah mendapatkan apresiasi dari dunia internasional. Kondisi pandemi dalam negeri sendiri juga telah aman terkendali, namun bukan berarti ancaman pandemi segera berakhir, karena kondisi pandemi di negara lain di dunia masih berada dalam kategori gawat, sehingga pemerintah tetap tidak akan lengah dalam menjalankan berbagai aksi dan tindakan tugas pencegahan pandemi. Guna dapat menyelaraskan kondisi setiap komunitas dalam kehidupan sosial masyarakat, maka Taiwan juga menerapkan kebijakan “Era kehidupan baru” terkait pengontrolan kesehatan masing-masing individual.

        Selain itu, selama masa pandemi, masing-masing instansi pemerintah segera membentuk satuan terdepan dalam mempersiapkan berbagai langkah revitalisasi, mengkalkulasikan dampak terhadap kehidupan para buruh pekerja, industri manufaktur dan perusahaan, serta mengajukan program pembagian kupon revitalisasi, bantuan kredit usaha dan juga keringanan dalam pemikulan beban tekanan.

        Dalam laporan juga menyebutkan jika Presiden Tsai Ing-wen saat memberikan pidato dalam inaugurasi 20 Mei lalu, juga telah mengumumkan arah pembangunan masa depan negara, mempercepat berbagai program kesejahteraan sosial masyarakat.

        Pemerintah juga akan mengusung program reformasi kebijakan keadilan, mengajak pihak publik untuk dapat turut serta dalam hal urusan yudikatif nasional, meningatkan mutu pelayanan dan efektivitas yang ada, membuka data informasi terkait hasil pemberian surat suara, menggelar referendum skala nasional, membangun lingkungan yang baik untuk persaingan antar partai politik secara adil, membangun partai dan dunia perpolitikan yang lebih baik, memperdalam langkah reformasi di berbagai bidang, sehingga turut dapat mencapai tatanan kehidupan masyarakat yang berasaskan kebebasan berdemokrasi yang tertib dan teratur.

        Dalam bidang hubungan luar negeri, pertahanan dan keamanan nasional serta hubungan antar selat, pemerintah akan menggunakan program pembangunan infrastruktur masa depan dan cara yang lebih inovatif kreatif, mewujudkan harapan “Pencapaian hubungan diplomatik, saling membantu dan saling menguntungkan”. Mempertahankan hubungan diplomatik yang telah terbangun selama ini dengan negara-negara sahabat, memperdalam hubungan dengan negara-negara yang memiliki kesepahaman dan perspektif yang serupa, dan dalam waktu yang bersamaan, sekaligus membangun sistem kolaborasi dalam kawasan, bersama-sama menciptakan kondisi yang kondusif dan kestabilan perdamaian di kawasan Samudra Hindia – Pasifik, dan kemakmuran bagi semua pihak.

        Selain itu, guna memperkuat kemampuan tempur dan bela diri, maka pembangunan daya tempur ke depannya, akan menitik-beratkan dalam hal inisiatif cepat tanggap, strategi antisipasi, penggunaan metode tempur non konvensional, membangun jaringan pertahanan dan keamanan, memperdalam ilmu pengetahuan perang dan upaya pengentasan ancaman gawat darurat.

        Untuk hubungan antar selat, akan tetap mengedepannya sikap “Perdamaian, Kesamaan level status, Demokrasi dan Interaksi komunikasi”, guna memastikan hubungan antar selat yang damai dan stabil. Pemerintah juga akan mewujudkan sistem pertahanan keamanan publik, agar dapat benar-benar memastikan tidak adanya intervensi pemecah belahan kesatuan Taiwan, menjaga stabilitas keamanan nasional.

Komentar

Terbarumore