(Taiwan, ROC) – Kementerian Ketenagakerjaan pada hari Jumat tanggal 8 Mei mengumumkan data statistik berkenaan dengan penerapan cuti tanpa gaji, terdata sebanyak 1.047 instansi perusahaan perumahan yang memberlakukan sistem serupa, bahkan jumlah pegawai yang terkena dampak telah tercatat sebanyak lebih dari 19 ribu orang. Hal ini menjadi yang pertama kalinya dalam sejarah, dan jumlah pegawai yang terkena dampak juga menjadi yang terbanyak dalam kurun waktu 10 tahun terakhir ini.
Jika melihat data statistik yang tercatat selama ini, sejak Januari 2009, jumlah instansi yang memberlakukan program cuti tanpa gaji tidak pernah mencatat lebih dari seribu, dan tahun ini tercatat sebanyak 1.047 perusahaan, sementara untuk jumlah pegawai yang terkena dampak sebanyak 19.948 orang.
Jika melihat dari jenis industri, mayoritas adalah pabrik manufaktur dengan catatan sebanyak 7.247 orang, yang kedua adalah industri perhotelan dan restoran, yakni sebanyak 3.950 orang. Sementara untuk industri retail dan sales ada sebanyak 3.677 orang. Untuk kategori jumlah perusahaan, maka jenis industri retail dan sales sebanyak 294 perusahaan, sementara yang berada di urutan ke dua adalah bidang manufaktur sebanyak 210 perusahaan, sementara untuk jenis perhotelan dan restoran ada sebanyak 158 perusahaan.
Jika dibandingkan dengan periode sebelumnya, maka tercatat penambahan sebanyak 125 perusahaan untuk tahun ini, yang mana pada periode sebelumnya ada sebanyak 922 perusahaan.
Akan tetapi untuk jenis perhotelan dan restoran, terbilang lebih sedikit dibandingkan dengan jenis industri lainnya. Pejabat MOL menjelaskan bahwa merujuk kepada laporan dari pemerintah daerah, banyak perusahaan yang menanggapi bahwa program subsidi telah memberikan bantuan yang besar dalam hubungan antara perusahaan dan pegawai, untuk itu ke dua belah pihak bersama-sama mengajukan bantuan dari pemerintah.
MOL menyebutkan jika mayoritas pengajuan dalam kurun waktu terakhir ini adalah perusahaan berskala kurang dari 50 orang, dengan masa waktu pengajuan kurang dari 3 bulan, dan praktik di lapangan, mayoritas memberlakukan cuti libur tanpa gaji selama 5 hingga 8 hari setiap bulannya.