(Taiwan, ROC) - Indeks harga konsumen (CPI) Taiwan untuk April 2020 mencatat penurunan year-on-year sebesar 0,97%, yang merupakan penurunan untuk bulan ketiga berturut-turut di tengah kekhawatiran terhadap virus korona (Covid-19).
Berdasarkan statistik terbaru dari Direktorat Jenderal Bujet, Akuntansi dan Statistik (DGBAS), penurunan ini pada hakikatnya disebabkan oleh penurunan biaya transportasi dan komunikasi sebesar 8,56 % dan penurunan harga bahan bakar 35,5% yang disebabkan oleh anjloknya harga minyak mentah internasional.
DGBAS menguraikan, biaya pendidikan dan hiburan juga turun 1,8% dari tahun sebelumnya pada bulan April, karena operator hotel memangkas biaya pengingapan sebesar 15,44% dan agen perjalanan menurunkan harga tur domestik sebesar 4,6% untuk menarik konsumen di tengah pandemi Covid-19.
Menurut DGBAS, di tengah kecenderungan ini, hanya harga makanan dan buah-buahan yang mencatat kenaikan, masing-masing setinggi 1,27% dan 14,18%.
Pada basis bulan ke bulan, jelas DGBAS, CPI April turun 0,20%, sementara angka usai penyesuaian musiman juga turun 0,72%, namun CPI inti yang tidak termasuk buah, sayuran dan sumber daya, naik 0,05% year-on-year di bulan April.
Sementara itu, indeks harga grosir (WPI) untuk April mencatat penurunan tahunan 10,75%, sebagian besar mencerminkan penurunan harga bahan kimia, obat-obatan, logam dasar, bahan bakar dan produk batu bara.
Dalam empat bulan pertama tahun ini, CPI lokal secara total naik 0,17%, lanjut DGBAS, seraya menambahkan bahwa penurunan CPI berturut-turut telah memicu kekhawatiran tentang deflasi.