History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Dampak COVID-19 Pekerja Libur Tanpa Gaji Bertambah

  • 01 May, 2020
  • 曾秀情
Dampak COVID-19 Pekerja Libur Tanpa Gaji Bertambah
Dampak COVID-19 Pekerja Libur Tanpa Gaji Bertambah

(Taiwan, ROC) -- Serikat Buruh melakukan aksi turun ke jalan pada tanggal 1 Mei setiap tahunnya untuk menyampaikan permintaan mereka, hal ini telah berjalan selama 12 tahun, tetapi dipengaruhi dampak pandemi COVID-19 untuk tahun ini aksi turun ke jalan tahun ini ditiadakan, sebagai gantinya menggelar jumpa pers di depan Istana Presiden. Seratus lebih perwakilan Serikat Buruh berkumpul di jalan Ketagalan, di depan Istana Presiden pada hari Jumat (1/5) dengan membentangkan masker mulut raksasa selebar 5 meter, sebagai lambang protes yang diajukan.

Dipengaruhi pandemi virus Corona baru atau COVID-19, jumlah pekerja yang terkena libur tanpa gaji terus bertambah, Kementerian Ketenagakerjaan hari Jumat (1/5) mengumumkan data terbaru libur tanpa gaji sebanyak 18.840 orang dari 922 instansi di seluruh Taiwan, dibandingkan dengan periode sebelumnya bertambah 575 orang sementara jumlah perusahaan juga bertambah 118 instansi. Jika dilihat berdasarkan bidang usaha, jumlah terbanyak penerapan libur tanpa gaji kali ini berasal dari sektor manufaktur yaitu 6.501 orang, kedua adalah dari sektor perhotelan dan rumah makan sebanyak 4.304 orang, diikuti dengan sektor penjualan grosir dan eceran sebanyak 3.645 orang, sektor layanan pendukung lainnya 1.332 orang. Apabila dilihat dari jumlah perusahaan, untuk perusahaan yang bergerak di bidang penjualan grosir dan eceran menempati urutan pertama yaitu 245 instansi, di urutan kedua sektor manufaktur 170, perhotelan dan rumah makan 168 dan bidang layanan pendukung sebanyak 105 perusahaan.

Dilihat dari riwayat data statistik, 18.840 orang yang diliburkan tanpa gaji ini merupakan angka tertinggi sejak bulan November 2009 yang pada masa itu jumlah pegawai yang diliburkan tanpa gaji sebanyak 19.948 orang. Kementerian Ketenagakerjaan mengemukakan, sebagian besar perusahaan yang menerapkan ini adalah perusahaan dengan jumlah pekerja di bawah 50 orang dengan waktu kurang dari 3 bulan, kebanyakan dari mereka meliburkan tanpa gaji selama 5 – 8 hari perbulannya.

Aliansi Aksi 1 Mei menyampaikan, Ketua Serikat Buruh Manufaktur di Taipei, Cheng Ya-hui mengemukakan, pencegahan pandemi yang diterapkan pemerintah sebenarnya mengorbankan banyak tenaga kerja di garis pertama, tetapi bantuan bagi tenaga kerja hanya untuk 500 ribu orang dengan dana bantuan penyelamatan NTD100 ribu, untuk itu ia mengimbau pemerintah agar melakukan tinjauan bergulir agar semakin banyak tenaga kerja yang terdampak pandemi dapat menerima bantuan.

Serikat Buruh juga mengemukakan, tenaga kerja mungkin harus menghadapi sebuah gelombang baru “libur tanpa gaji” setelah usai pandemi, akan ada majikan atau perusahaan yang memanfaatkan situasi buruk pandemi untuk menyatakan perusahaannya bangkrut mengakibatkan pekerjanya terpuruk dalam arus pengangguran. Berhubung dengan Presiden Tsai Ing-wen yang akan memasukki masa jabatan sebagai presiden untuk periode kedua, Serikat Buruh juga mengimbau pemerintah untuk menyelesaikan segala yang belum terselesaikan seperi “hukum asuransi kerja bagi tenaga kerja terkena bencana”, “hukum gaji terendah”, “hukum perlindungan penipuan”, “hukum libur pencegahan bencana” dan lainnya, seharusnya dapat secepat mungkin diselesaikan.

Komentar

Terbarumore