(Taiwan, ROC) - Dana Moneter Internasional (IMF) telah merendahkan proyeksi laju ekonomi Taiwan untuk 2020 menjadi minus 4,0% dari 2,0% akibat pandemi virus corona COVID-19.
Dalam laporan World Economic Outlook terbaru yang dirilis Selasa, 14 April, IMF juga memperkirakan bahwa produk domestik bruto (PDB) Taiwan, yang mencatat 2,7% pada 2019, akan naik kembali ke 3,5% pada 2021.
Dalam bidang lapangan kerja, IMF memprakirakan, angka pengangguran di Taiwan akan meningkat dari 3,8% pada 2019 menjadi 4,4% pada 2020, tapi akan turun ke 4,0% pada 2021.
Menteri Dewan Perkembangan Nasional (NDC) Chen Mei-ling (陳美伶) setuju dengan prakiraan IMF bahwa pandemi COVID-19 akan memengaruhi pertumbuhan ekonomi, tapi pengendalian pandemi di Taiwan cukup stabil, ditambah dengan serangkaian kebijakan pemberian bantuan dan pemulihan yang dipromosikan pemerintah, maka kondisi ekonomi di Taiwan akan cukup stabil.
Untuk ekonomi global, disebabkan faktor yang sama, IMF memprediksikan laju ekonomi minus 3,0% untuk 2020, merosot 6% dibandingkan prakiraan pertumbuhan setinggi 3,0% yang dilaporkan pada Oktober 2019.
Proyeksi ini disebut sebagai kemerosotan ekonomi terburuk sejak "The Great Depression" (Depresi Besar) yang melanda dunia pada 1929 dan krisis finansial global 2008-2009 yang saat itu mencatat pertumbuhan minus 0,1%.
Menurut IMF, ekonomi negara-negara maju, seperti Amerika Serikat dan negara-negara Eropa menjadi yang paling terpukul oleh wabah ini, sedangkan di Asia, Korea Selatan akan mencatat pertumbuhan PDB sebanyak minus 1,2% pada 2020 yang akan naik kembali ke 3,4% pada 2021, sementara PDB Singapura akan turun ke minus 3,5% pada 2020 dan naik kembali ke 3,0% pada 2021, dan PDB Hong Kong akan turun ke minus 4,8% pada 2020 dan meningkat menjadi 3,9% pada 2021.
Taiwan, Korea Selatan, Singapura dan Hong Kong adalah empat negara yang disebut sebagai empat Macan Asia.
IMF atau Dana Moneter Internasional adalah organisasi dengan 189 negara anggota, yang berfungsi mendorong kerja sama moneter global, mengamankan stabilitas keuangan, memfasilitasi perdagangan internasional, mempromosikan lapangan kerja yang tinggi, mengusahakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, dan mengurangi kemiskinan di seluruh dunia.