(Taiwan, ROC) – Sehubungan dengan COVID-19 yang kini terus mengganas di seluruh dunia, juga telah memberikan dampak pengaruh buruk terhadap perindustrian wisata dan transportasi. Oleh sebab itu, Menteri Transportasi Lin Chia-lung sebelumnya juga telah menyampaikan bahwa MOTC telah meminta Departemen Pariwisata, Departemen Penerbangan Sipil, Departemen Bandara Pelabuhan dan Departemen Urusan Jalan Raya Umum, untuk mengusung “Program pengentasan kesulitan ekonomi 2.0”, yang mana juga mendapatkan dukungan penuh dari Presiden Tsai Ing-wen. Hari Jumat tanggal 20 Maret, MOTC kembali mengumumkan akan kembali menganggarkan dana senilai NT$ 10 milyar demi kestabilan jalannya perindustrian.
Kini pihak MOTC tengah mempertimbangkan tata cara penggunaan dana tambahan tersebut, selain difungsikan untuk menginvestasi pelatihan sumber daya manusia, mengurangi beban yang harus diderita oleh para pelaku usaha, khususnya dalam hal pelatihan SDM berkualitas. Berkenaan dengan biaya yang harus dikembalikan karena pembatalan rombongan tur wisata, pihak MOTC juga mengharapkan dapat turut memberikan bantuan, sehingga bisa mengurangi persengketaan yang terjadi antara pihak perusahaan travel dengan konsumen. Di sisi lain, pihak MOTC juga tidak mengesampingkan kemungkinan untuk dapat “Memberikan dana langsung kepada yang membutuhkan”.
Merujuk kepada data informasi yang dimiliki, Lin Chia-lung menjelaskan bahwa kini para pelaku usaha bidang wisata dan perhotelan telah berada dalam keadaan kritis, sehingga harus segera “ditolong dan diobati”, maka dana subsidi tersebut sudah tidak bida ditunda lagi. Selain itu juga janganlah memikirkan layak atau tidak terkait dana subsidi tersebut, maka pihak MOTC meminta seluruh instasni agar dapat segera melakukan pembahasan berkenaan dengan bantuan yang harus diberuikan kepada lebih dari 3 ribu pelaku usaha travel dan 40 ribuan pegawai yang terlantar. Di sisi lain, pelaku usaha dan juga karyawan yang ada, serta tempat penginapan yang legal, tentu memiliki hak untuk diberikan dana bantuan terkait. Berkenaan dengan cara pemberian dana bantuan, maka yang pertama akan dilakukan adalah menghitung besarnya dana subsidi yang akan diberikan, kemudian barulah menghitung jumlah karyawan dan skala perusahaan yang ada, sehingga semua hal kini tengah berada dalam proses pembahasan.
Selain itu, karena kondisi wisata di luar negeri terus menunjukkan level waspada, ditambah lagi dengan peraturan yang dikeluarkan oleh CECC, yakni larangan masuk ke Taiwan atau bepergian ke luar negeri, sehingga telah memicu berbagai persengketaan antara pelaku usaha travel dan konsumen. Diprediksi sejak bulan Januari hingga April, jumlah turis yang akan terkena dampak mencapai angka lebih dari 1 juta orang. Adanya pembatalan keberangkatan yang dilakukan, tentu telah melelahkan kedua belah pihak, baik pelaku usaha jasa travel maupun konsumen sendiri. Oleh sebab itu pihak MOTC berencana akan memberikan dana subsidi tambahan senilai NT$ 300 juta, yang dapat diperuntukkan penyelesaian masalah uang administrasi pembatalan perjalanan.