(Taiwan, ROC) --- Di tengah memanasnya pandemi COVID-19, situasi perekonomian dunia harus terpuruk. Indeks saham Amerika Serikat, Dow Jones, harus terkoreksi di titik terendah. Menanggapi hal ini, Menteri Keuangan, Su Jain-rong (蘇建榮), pada tanggal 17 Maret 2020 menyampaikan, pergerakan saham di pasar bursa Taiwan masih terbilang cukup stabil, di tengah fluktuatifnya bursa saham AS. Pemerintah akan terus memperhatikan pergerakan saham Amerika Serikat dan mempersiapkan langkah-langkah penanggulangan yang relevan. Komisi Manajemen Keuangan Nasional Taiwan menyampaikan, bahwa pihak mereka tidak menutup kemungkinan untuk menggelar rapat, guna memutuskan waktu yang tepat untuk "memasuki" pasar saham Taiwan.
Kepanikan akibat kecamuk COVID-19 kian meningkat, indeks bursa saham Dow Jones terkoreksi sebesar 2.997 poin, yang merupakan penurunan satu hari terbesar dalam sejarah setempat. Indeks bursa saham Taiwan pun dibuka jatuh pada penjualan Selasa pagi (17/3).
Runtuhnya saham Negeri Paman Sam, dinilai akan mempengaruhi kinerja saham Taiwan. Pada tanggal 17 Maret 2020 pagi hari, Menteri Keuangan, Su Jain-rong, telah menggelar rapat tukar pendapat dengan Ketua FSC (Financial Supervisory Commission), Koo Li-hsiung (顧立雄), dan hadir dalam rapat interpelasi yang digelar di Yuan Legislatif.
Su Jain-rong melanjutkan, volume perdagangan saham Taiwan dalam 2 hari terakhir telah melebihi angka NT$ 200 miliar. Angka yang tidak sedikit ini, memperlihatkan tendensi masih adanya pergerakan transaksi di sana. Namun, dikarenakan pasar saham AS mengalami fluktuasi besar-besaran, pihak otoritas keuangan tidak menutup kemungkinan untuk meluncurkan kebijakan penanggulangan yang relevan.
Su Jain-rong mengatakan, "Kami akan mencermati pergerakan dari saham Amerika Serikat terhadap bursa efek di Taiwan. Kami juga tidak menutup kemungkinan untuk menggelar rapat diskusi dengan Komisi Manajemen Keuangan Nasional Taiwan, dan menentukan kapan waktu yang tepat untuk mulai memasuki pasar saham Taiwan."
Koo Li-hsiung menambahkan, runtuhnya saham Amerika Serikat mencerminkan kepanikan investor terhadap perekonomian setempat. Namun demikian, jika menilik fondasi bursa saham Taiwan, dapat terlihat kepercayaan diri yang ditunjukkan oleh para investor. Penurunan saham di indeks bursa saham Taiwan masih berada di taraf yang wajar. Koo Li-hsiung melanjutkan, pemerintah juga telah menerapkan langkah promosi, yang mendorong masyarakat untuk mulai membeli saham-saham berpotensi positif. Negara-negara di dunia juga telah mengeluarkan kebijakan fiskal, guna melindungi stabilitas perekonomian setempat, di antaranya pemotongan suku bunga, melonggarkan kebijakan di kuartal pertama Q1 atau membeli surat-surat obligasi.
Koo Li-hsiung menekankan, kinerja pasar saham Taiwan secara fundamental masih terbilang cukup baik. Pemberian deviden masih berada di level 3,9%. Meskipun, investor asing menjual saham-saham mereka, tetapi tingkat penjualan mata uang (remittance) masih berada di level normal. Dengan kata lain, uang tunai masih berada di Taiwan. Hal ini tentu akan mengembalikan rasa percaya diri para investor, apalagi pengontrolan epidemi di Taiwan terbilang cukup kondusif. Di samping itu, otoritas Taiwan juga akan meluncurkan program bantuan dan kebijakan revitalisasi untuk memperluas momentum finansial.