(Taiwan, ROC) -- Menghadapi hantaman pandemi COVID-19, Federal Reserve System (FED) Amerika Serikat tanpa pemberitahuan dulu menurunkan suku bunga pada tanggal 4 Maret lalu, pada masa itu mengagetkan pasar investor. Tanpa terduga terjadi lagi penurunan suku bunga dilakukan sebelum pertemuan yang akan berlansung pekan ini dengan penurunan sebesar 1%, membuat tingkat standar suku bunga FED jatuh menjadi 0% dan mengumumkan pelonggaran kuantitatif (QE) hingga mencapai 700 milyar, dikarenakan waktu dan besaran yang membuat kepanikan investor meningkat, bursa saham Nasdaq turun drastic 1000 point.
Menteri Keuangan, Su Jain-rong hari Senin (16/3) ketika menerima wawancara di Yuan Legislatif menyampaikan, akan lebih mendalami pengaruh penurunan suku bunga Amerika Serikat secara keseluruhan, penurunan suku bunga FED adalah sebagai respon dari situasi epidemi yang ternyata lebih parah dari yang diperkirkan, tetapi kembali muncul penurunan suku bunga dan perencanaan pelongara EQ yang telah meningkatkan modal pasar sehingga selanjutnya harus memperhatikan pergerakan dana internasional.
Su Jain-rong mengatakan, “Menghadapi penurunan suku bunga, menyebabkan pergerakan dana investor dalam negeri, deviden saham Taiwan sendiri cukup tinggi, kemungkinan investor asing kembali masuk ke pasar sangat optimis. untuk bagian Dana Keamanan Nasional masih akan memperhatikan perkembangan yang terjadi pada akhir pekan.
Selain FED yang menurunkan suku bunga tanpa pemberitahuan, kasus COVID-19 Taiwan sendiri ada penambahan 6 kasus sekaligus kemarin, semua berasal dari mereka yang memiliki sejarah perjalanan keluar negeri. Su Jian-rong menyampaikan, Kementerian Keuangan hari ini akan kembali memberikan instruksi pada pemerintah, sehubungan dengan pengaruh dari pandemi, untuk itu pelaporan pajak dan segala terkait pembayaran tariff pajak dapat ditunda dengan batas waktu 1 tahun.
Su Jian-rong mengatakan, “Penurunan pajak tidak memberikan pertolongan darurat karena perubahan baru dapat digunakan pada pelaporan pajak tahun depan, saat ini pertolongan dilakukan dengan penundaan pembaryaran pajak, kami akan memberikan instruksi pada pemerintah hari ini, penundaan pembayaran pajak paling lama hingga 1 tahun, angsuran pembayaran pajak hingga 3 tahun atau 36 bulan.”
Mengenai apabila pandemi merebak hingga kuartal ke-3 apakah dapat menimbulkan krisis moneter 2020? Su Jian-rong ketika diinterpelasi menyampaikan, dirinya pribadi tidak berharap pandemi berkepanjangan, tetapi jika melihat permasalahan dari sudut pandang benua Eropa, negara-negara yang lebih parah seperti Italia yang memiliki banyak masalah finansial dan keuangan, semua tergantung pada bagaimana pengimplementasikan langkah-langkah dan kebijakan bank sentral Eropa. Sementara meskipun saat ini epidemi di Daratan Tiongkok membaik, tetapi angka yang disajikan tidak dapat benar-benar dipastikan, walaupun sekarang sudah kembali bekerja tetapi apakah ini malah membuat semakin parahnya hutang perusahaan atau hutang pemerintah daerah, hal ini masih perlu diperhatikan lagi.