History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Su Tseng-chang: Pemberian Subsidi Voucer Belanja akan Diterapkan Setelah Wabah COVID-19 Mereda

  • 06 March, 2020
  • 曾秀情
Su Tseng-chang: Pemberian Subsidi Voucer Belanja akan Diterapkan Setelah Wabah COVID-19 Mereda
Su Tseng-chang: Pemberian Subsidi Voucer Belanja akan Diterapkan Setelah Wabah COVID-19 Mereda

(Taiwan, ROC) --- Menanggapi dampak epidemi COVID-19 yang kini terus merebak, Yuan Eksekutif mengusulkan untuk meluncurkan subsidi berupa "Voucer Belanja", guna menstimulus minat konsumsi masyarakat. Pada tanggal 6 Maret 2020, Perdana Menteri Su Tseng-chang (蘇貞昌) mengemukakan, penerapan kebijakan stimulus tersebut baru akan dilakukan ketika wabah COVID-19 mereda. Ia melanjutkan, dengan hadirnya subsidi tersebut, diharapkan dapat merangsang minat belanja para konsumen dan merevitalisasi kawasan bisnis.

Guna mengurangi dampak epidemi pneumonia COVID-19, Kementerian Ekonomi (MOE) telah mencanangkan pemberian subsidi berupa "Voucer Belanja", dengan nilai yang mencapai NT$ 2 miliar. Pemberian bantuan ini diharapkan dapat mengembalikan minat belanja masyarakat luas. Beberapa asosiasi pengusaha berharap peluncuran voucer dapat terealisasi di saat Festival Qingming (ziarah kuburan) berlangsung.

Pada tanggal 6 Maret 2020, Perdana Menteri hadir dalam sidang interpelasi yang digelar di Yuan Legislatif. Beliau menyampaikan, peluncuran voucer ini akan diterapkan saat wabah epidemi mulai mereda, dengan harapan dapat merevitalisasi sektor industri yang sebelumnya terkena dampak.

Perdana Menteri Su Tseng-chang mengatakan, "Kita dapat menggunakan mekanisme subsidi voucer belanja, merangsang minat belanja para warga, guna mempercepat revitalisasi sektor industri yang terdampak epidemi. Di saat yang sama, pemerintah menggunakan subsidi ini untuk meningkatkan daya beli masyarakat dan menambah peremajaan kualitas kawasan bisnis."

Selain itu, pada tanggal 5 Maret 2020, Pusat Komando Epidemi Sentral (CECC) merilis pengumuman yang menyatakan, bahwa kegiatan dalam atau luar ruangan yang memiliki lebih dari 1000 partisipan, sudah selayaknya mempertimbangkan 6 prosedur evaluasi. Pengumuman tersebut mendatangkan keraguan dan pertanyaan dari para pihak penyelenggara kegiatan. Perdana Menteri melanjutkan, pemerintah pusat akan merumuskan norma dan pedoman yang relevan, guna mengatur tata cara pencegahan epidemi COVID-19. Setiap instansi kementerian akan mencanangkan program manajemen bisnis, yang kemudian akan dikirim dan ditinjau kembali oleh pemerintah di daerah. Jika terdapat poin yang meragukan, maka pemerintah pusat akan memberikan penjelasan terkait.

Perihal wacana Kementerian Dalam Negeri Taiwan (MOI) untuk menangguhkan sementara mekanisme pemeriksaan kadar alkohol bagi para pengguna jalan, Su Tseng-chang  menyampaikan, pihak otoritas Taiwan tentu tidak memberikan toleransi bagi para pengemudi yang mabuk. Beliau pun menambahkan, meskipun persoalan epidemi kini kian mendesak, tetapi pemerintah akan tetap menerapkan prosedur pemeriksaan kadar alkohol bagi para pengemudi jalan.

Komentar

Terbarumore