History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Subsidi Libur Tanpa Gaji Pekerjaan Tidak Lazim dan Pekerjaan Paruh Waktu Juga Perlu Diperhatikan

  • 06 March, 2020
  • 曾秀情
Subsidi Libur Tanpa Gaji  Pekerjaan Tidak Lazim dan Pekerjaan Paruh Waktu Juga Perlu Diperhatikan
Sekjen ROCCOC, Tai Guo-rong

(Taiwan, ROC) -- Dipengaruhi dengan mewabahnya epidemi COVID-19, tidak sedikit perusahaan yang menerapkan libur tanpa gaji, pemerintah juga mengeluarkan peraturan-peraturan terkait seperti pihak perusahaan harus memberikan gaji pokok bagi karyawan yang terkena libur tanpa gaji, pemberian subsidi 50% dari gaji setelah dipotong gaji pokok.

Sekjen General Chamber of Commerce of the Republic of China (ROCCOC), Tai Guo-rong ketika diwawancarai dengan tegas mengemukakan bahwa ini hanya dapat memberikan jaminan bagi pegawai resmi, banyak pekerjaan yang tidak umum atau pekerja paruh waktu diasuransikan dengan upah dasar yang mana “tidak ada kerjaan maka tidak ada gaji”, bagian ini yang harus diperhatikan oleh pemerintah.

Tai Guo-rong mengatakan, “Banyak pekerja yang kami sebutkan pekerja tidak lazim, mereka tidak ada absensi, libur tanpa gaji, mereka tidak ada gaji dan juga tidak adak gaji pokok yang bisa didapatkan, orang-orang ini tidak memiliki pemasukan sama sekali, kami sarankan pemerintah untuk dapat mempertimbangkan pemberian subsidi bagi mereka.   

Tai Guo-rong juga mengungkapkan, ada sekitar 2,71 juta buruh di Taiwan yang memiliki astek tetapi tidak bisa mendapatkan subsidi selisih gaji pokok, terlebih juga ada banyak perusahaan yang tidak melaporkan gaji sebenarnya (melaporkan lebih rendah dari gaji sebenarnya), pemerintah disarankan untuk menggunakan cara menentukan nilai subsidi dengan demikian para pekerja tidak akan merasa dilecehkan.

Ketua ROCCOC, Lai Cheng-yi juga mengemukakan ia yakin dengan kebijakan pemerintah tetapi sebenarnya pengusaha juga harus mengikuti banyak persyaratan dalam penerapan libur tanpa gaji seperti negosiasi antara perusahaan den pekerja, penguranan gaji untuk pegawai posisi tinggi, kerugian dua tahun dan lainnya, disarankan agar pemerintah memperlonggar dan mempermudah persyaratan yang berlaku. Lai Cheng-yi juga beranggapan, epidemi COVID-19 belakangan ini semakin menyebar luas, ia mengimbau pemerintah untuk menyediakan payung sebelum hujan.

Komentar

Terbarumore