(Taiwan, ROC) – Wabah COVID-19 terus merebak luas ke seluruh dunia, terkait seberapa jauh hantaman yang ditimbulkan bagi industri Taiwan, Menteri Ekonomi, Shen Jong-chin hari Rabu (4/3) dalam rapat interpelasi mengemukakan, pengaruh yang paling besar adalah yang bergerak di bidang industri perhotelan, rumah makan, pariwisata dan lainnya karena kebanyakan dari masyarakat tidak berani keluar rumah untuk berkonsumsi. Pada bagian manufaktur yang tergolong menengah juga akan berdampak karena terhentinya pengoperasian industri di Daratan Tiongkok. Dilihat secara rinci, seperti bidang batu bara yang memiliki keterkaitan erat dengan Daratan Tiongkok, manufaktur onderdil otomotif juga karena pembagian kerja internasional sehingga mendapat hantaman lebih besar lagi. Sementara untuk produsen papan panel domestik malah kali ini dapat dikatakan “rejeki” karena tidak ada output jadi malah tidak ada pengaruh.
Pengaruh merebaknya wabah virus korona atau lebih dikenal dengan COVID-19, apakah akan menghantam pertumbuhan ekonomi domestik Taiwan, ini juga yang menjadi perhatian dunia luar. Bank Standard Chatered Inggris untuk perdana melakukan revisi turun perkiraan pertumbuhan ekonomi Taiwan pada tanggal 3 Maret lalu, dari perkiraan yang ditetapkan pada awal tahun sebesar 2,2% direvisi turun menjadi 1,9% alasan utamanya adalah adanya keterkaitan erat antara investasi dan perdagangan Taiwan dan Daratan Tiongkok, kepurukan industri Daratan Tiongkok akan berdampak bagi penampilan perekonomian Taiwan pada kuartal pertama, tetapi masih tetap sebagai negara paling kuat di antara 4 naga kecil Asia. Sementara penilaian dari S&P Global inc, Amerika Serikat juga merevisi turun tingkat pertumbuhan ekonomi sebanyak 0,5% menjadi 1,9%. Namun Ketua Direktorat Jenderal Budget, Akuntansi dan Statistik (DGBAS), Chu Tse-min dalam rapat interpelasi menegaskan, asalkan pemerintah pusat meloloskan dana anggaran khusus sebesar NTD 60 milyar sebagai subsidi bantuan menangulangi dampak epidemi ini dan memberlakukannya maka mempertahankan 2% untuk tingkat pertumbuhan ekonomi Taiwan tahun ini tidak akan ada masalah.
Chu Tse-min mengatakan, “Kami dapat memastikan konsumsi dan investasi pemerintah akan bertambah NTD10 milyar lebih, bagian yang bersifat pengalihan pengeluaran ini dapat meningkatkan 0,08%, yang utama adalah pada nilai subsidi, seperti adanya dana jaminan dasar sebesar NTD10 milyar yang tidak akan menimbulkan pajak pendapatan warga Taiwan, yang ada hanya ada pengalihan, dan lainnya melihat dari situasi penerapan, kami memperkirakan akan ada pertumbuhan sekitar 0,15%.”
Chu Tse-min juga mengemukakan, meskipun permintaan dalam negeri akan dipengaruhi oleh wabah, tetapi kebanyakan berfokus pada toko-toko fisik, saat ini merupakan masa berkembangnya penjualan online dan logistik, ditambah lagi tdiak sedikit pengusaha Taiwan yang terus menetap di dalam negeri yang juga akan meningkatkan kemampuan konsumsi dalam negeri, untuk itu pengaruh terhadap konsumsi tidak separah seperti yang dibayangkan.