History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Taiwan akan mengizinkan lebih banyak pekerja migran di sektor pertanian lokal

  • 26 February, 2020
  • 陳志勇
Taiwan akan mengizinkan lebih banyak pekerja migran di sektor pertanian lokal
Ilustrasi: Taiwan akan mengizinkan lebih banyak pekerja migran di sektor pertanian lokal (Sumber: Pixabay)

(Taiwan, ROC) - Taiwan akan meningkatkan jumlah pekerja migran yang bisa direkrut oleh pelaku usaha pertanian lokal, mengizinkan mereka untuk bekerja di berbagai bidang sektor pertanian, demikian berdasarkan kesimpulan yang dicapai Kementerian Ketenagakerjaan (MOL) dalam suatu rapat pada hari Selasa, 25 Februari.

Menurut program percobaan yang disepakati, batas penggunaan pekerja migran akan dinaikkan dari 800 menjadi 2.400 orang untuk tahun ini, dan diperluas untuk mencakup sektor-sektor selain peternakan sapi perah, seperti akuakultur berbasis darat dan peternakan unggas, babi dan sapi.

Pekerja migran juga akan diizinkan untuk bekerja di sektor pertanian dan pembudidayaan yang lebih spesifik, termasuk anggrek, jamur yang dapat dimakan dan sayuran, jelas MOL.

Dalam upaya untuk mengatasi kekurangan tenaga kerja pertanian, MOL April tahun lalu meluncurkan program percobaan yang mengizinkan peternakan sapi perah Taiwan untuk mempekerjakan pekerja terampil asing dari negara sedang berkembang.

Menurut MOL, kelompok pertama tujuh pekerja pertanian dari Thailand sudah mulai bekerja di peternakan sapi perah lokal awal Februari, menjadikan mereka kelompok pekerja migran pertama di sektor pertanian Taiwan.

Sejauh ini baik Thailand maupun Filipina telah sepakat untuk mengizinkan pekerja mereka mengambil pekerjaan di sektor pertanian Taiwan, setelah meninjau sampel kontrak kerja yang disediakan oleh MOL.

Dijelaskan lebih lanjut, untuk melindungi hak-hak pekerja migran, negara-negara sumber membutuhkan kontrak kerja untuk diverifikasi sebelum mengizinkan pekerja mereka untuk bekerja di luar negeri.

Sementara itu, pihak berwenang di Taiwan masih dalam pembicaraan dengan mitra di Vietnam dan Indonesia, kata MOL.

Komentar

Terbarumore