(Taiwan, ROC) – Taiwan Institute of Economic Research atau TIER pada hari Rabu tanggal 22 Januari mengumumkan hasil prediksi pertumbuhan perekonomian Taiwan terbaru, dengan melakukan perubahan menjadi 2,67% untuk tahun 2020, naik 0,22% dibandingkan dengan hasil prediksi pada bulan November 2019.
Kepala TIER Chang Chien-yi menjelaskan bahwa perang dagang antara Amerika dan Daratan Tiongkok yang menghasilkan ketidakpastian di dalam berbagai bidang, tentu juga telah memberikan dampak pengaruh dalam indeks prediksi pertumbuhan perekonomian internasional pada tahun 2020. Walaupun terjadi perubahan menurun, namun tetap terbatas, karena diyakini bahwa masing-masing negara sudah pasti akan mengusung berbagai program kerja dan antisipasi bidang keuangan dan perekonomian, termasuk pelonggaran nilai mata uang masing-masing negara. Untuk negara-negara yang dikategorikan sebagai negara yang baru berkembang dan tengah berkembang, maka kondisi perekonomian tahun 2020 akan lebih baik dibandingkan tahun 2019, sehingga akan mengimbangi efek perang dagang antara Amerika dan Daratan Tiongkok.
Chang Chien-yi berpendapat bahwa gaji upah minimum Taiwan tengah mengalami kenaikan, kondisi bursa saham juga telah stabil dan jumlah investor ke Taiwan dari kalangan para pengusaha Taiwan sendiri juga terus mengalami bertambahan, sehingga semua hal ini turut akan memperbaiki kondisi penyediaan lapangan pekerjaan di dalam negeri. Hal ini secara perlahan juga akan mendongkrak daya beli masyarakat umum, dan memberikan dampak pengaruh terhadap naiknya pertumbuhan perekonomian Taiwan sendiri di kedepannya.
Chang Chien-yi mengatakan, “Oleh karena itu, jika jumlah investasi ke dalam negeri masih terus berkelanjutan, baik itu untuk bidang pembangunan infrastuktur masa depan, pembangunan 5 + 2, atau berpulangnya para pengusaha Taiwan ke Taiwan, maka perekonomian Taiwan juga akan mengalami peningkatan secara perlahan. Untuk pendapatan nasional bruto sebesar US$ 35 ribu juga berkemungkinan tercapai, kelak 3 tahun ke depannya juga akan ada kesempatan, dan semua pihak diminta untuk dapat menantinya.”
Namun, pihak TIER sendiri juga menyinggung beberapa hal dan faktor yang akan turut memberikan dampak pengaruh ketidakpastian dalam pertumbuhan perekonomian yang ada, selain karena adanya perang dagang antara Amerika dan Daratan Tiongkok yang masih berkelanjutan, jangan lupa juga untuk memperhatikan perselisihan di antara sesama dalam kawasan, pertikaian politik, dampak dari epidemi penyakit, termasuk penyakit virus flu babi afrika dan epidemi pneumonia Wuhan. Chang Chien-yi menekankan bahwa dalam masa liburan Tahun Baru Imlek, maka hubungan antar selat menjadi sangat erat, dan masalah penyebaran epidemi pneumonia Wuhan juga akan ada di Taiwan, hanya saja kondisi kali ini tidak separah kondisi penyebaran SARS.