(Taiwan, ROC) Dirjen Penerbangan Sipil Lin Kuo-shian (林國顯) pada hari Senin ini (20/1) saat perayaan ulang tahun ke-73, dalam sambutan Beliau menyampaikan, pada tahun yang lalu, transportasi udara untuk angkutan penumpang kembali mencatat rekor tinggi, selain rute penerbangan domestik mencapai 12,24 juta orang per kali, rute internasional mencakup Hongkong, Makau mencapai 48,83 juta orang per kali, sementara rute penerbangan lintas selat mencapai 10,75 juta orang per kali, untuk penumpang yang transit mencatat 340.000 orang per kali, total sejumlah 72,16 juta orang per kali; selain itu jumlah penerbangan tahunan juga mencapai angka lebih dari 580.000 kali untuk penerbangan tahun 2019, penerbangan cargo mencapai 2,31 juta ton.
Lin Kuo-shian mengutarakan, selain prestasi transportasi udara Taiwan yang gemilang, pada bulan Nopember tahun lalu pertemuan International Aviation Safety Summit (IASS) pertama kali diselenggarakan di Taiwan, secara khusus mendapat pujian dari pihak Amerika Serikat.
Dirjen Penerbangan Sipil Lin Kuo-shian (林國顯) mengatakan, “Pihak kami telah melakukan penandatanganan kerjasama dengan 57 negara, kami juga memiliki 96 maskapai penerbangan berada di Taiwan, ada 323 rute dan 190 kota yang memiliki penerbangan langsung. Pada tahun lalu diadakan International Aviation Safety Summit (IASS), Deputi Direktur AIT William Brent Christensen secara khusus memberikan pujian kepada Taiwan, pertama kali di dunia, Ditjen Penerbangan Sipil Kementerian Perhubungan Taiwan menetapkan standar keselamatan penerbangan.”
Lin Kuo-shian menambahkan, di masa mendatang Ditjen Penerbangan Sipil akan berkomitmen melakukan penandatanganan “perjanjian keselamatan penerbangan satu atap”, di masa mendatang pesawat terbang akan transit di Taiwan, mulai dari bagasi, hingga kargo, kerjasama antar kedua belah pihak akan mendapat pengecualian, sehingga mempermudah prosedur pemeriksaan. Sementara ini selain Taiwan –AS telah melakukan kerjasama “perjanjian keselamatan penerbangan satu atap”, Taiwan dan Kanada masih dalam pembahasan, untuk Selandia Baru diprakirakan akan melakukan penandatanganan dalam waktu terdekat, kerjasama dengan negara Jepang diprakirakan setelah Olimpiade Tokyo 2020 berakhir baru melakukan pembahasan.
Selain itu, dikarenakan hampir 80% penumpang internasional pada tahun ini keluar masuk melalui bandara internasional Taoyuan, maka Ditjen Penerbangan Sipil secara aktif mengupayakan agar landasan pacu terminal III bandara internasional Taoyuan dapat diloloskan pada kuartal I tahun ini, masih mencanangkan program pembangunan bandara Taichung tahun 2040, diharapkan di masa 20 tahun mendatang, bandara Taichung dapat melayani 10 juta orang per kali; sementara bandara Kaoshiung yang didesain oleh arsitek Amerika, diprediksikan dalam kurun 2 tahun ini akan mulai digarap, berharap di masa 20 tahun mendatang mampu melayani 16,5 juta orang per kali. Selain itu , belum lama ini Ditjen mengundang arsitek Jepang Dan Norihiko untuk merenovasi 4 bandara yang terdapat di luar pulau Taiwan sebagai sasaran baru yang sedang diupayakan.