(Taiwan, ROC) – Sehari setelah perayaan “Thanksgiving Day” di Amerika adalah hari “Black Friday America” atau hari dimana diskon belanja diberikan secara skala besar bagi para konsumen, dan para pedagang akan menarik minat para pembeli dengan menawarkan berbagai bonus hadiah selain pemberian diskon belanja. Namun seiring dengan perkembangan trendi belanja online, maka pasar nyata terlihat melesu tanpa banyak pembeli yang merebut belanjaan barang, dan kondisi belanja online terlihat ramai dan berkemungkinan mampu memberikan persentase kenaikan belanja produk hingga mencapai dua digit.
Selain karena meningkatnya belanja online, para pedagang juga telah memulai pemberian diskon lebih awal sebelumnya, sehingga turut menjadi salah satu alasan penyebab berkurangnya jumlah pembeli di hari “Black Friday”.
Misalnya salah satu toko eceran “Target”, memulai pemberian diskon pada hari “Thanksgiving Day” pukul 5 sore, dan hingga tanggal 29 November petang hari, toko cabang yang berada di kawasan Downtown Brooklyn, tidak terlihat antrian pembeli seperti tahun-tahun sebelumnya.
Merujuk kepada hasil analisa dari Adobe Analytics menunjukkan bahwa nilai angka penjualan belanja online pada hari “Thanksgiving Day” meningkat sebanyak 14,5%, yaitu mencapai angka US$ 4,2 milyar, dan mencatat rekor baru dalam sejarah. Sementara pada hari “Black Friday”, angka penjualan pada belanja online tercatat sebesar US$ 7,4 milyar, naik 19% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Berdasarkan hasil prediksi dari Adobe Analytics, masa belanja paling ramai di Amerika adalah pada bulan November dan Desember, yang diperkirakan mampu mencapai lebih dari US$ 143,7 milyar.
Jika melihat data yang dirilis oleh perusahaan Bain & Co., ada sebanyak 42% dari jumlah total belanja online, diperoleh perusahaan Amazon.com.
Bagi para konsumen, belanja online dapat menghemat waktu, tidak perlu berbaris berdesakkan, dan menerima barang yang diinginkan langsung di rumah sendiri, dimana semua ini menjadi alasan perkembangan trendi belanja online dewasa ini.
Dalam beberapa tahun terakhir ini, bagi para pedagang yang lebih cerdik, maka telah mengalihkan strategi penjualan ke dalam belanja online, selain itu belanja online juga menawarkan kemudahan dan promo diskon yang sama dengan belanja di toko nyata, dan berlanjut dengan pemberian diskon khusus belanja online tepat 1 minggu setelah hari “Thanksgiving Day”, dengan program yang bertajuk “Senin, Belanja Online”.