History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Laporan : Krisis Ekonomi Kembali Menyerang  Dikhawatirkan 1/3 Bank Besar Bangkrut

  • 22 October, 2019
  • 尤繼富
Laporan : Krisis Ekonomi Kembali Menyerang  Dikhawatirkan 1/3 Bank Besar Bangkrut
Laporan : Krisis Ekonomi Kembali Menyerang Dikhawatirkan 1/3 Bank Besar Bangkrut

(Taiwan, ROC) -- Global Management Consulting McKinsey, Amerika Serikat tanggal 21 Oktober waktu setempat menyampaikan, menghadapi merebak luasnya krisis finansial global, diperkirakan 1/3 dari bank besar dunia akan menghadapi ancaman bangkrut, krisis yang paling besar akan dihadapi oleh bank-bank di bagian barat Eropa dan benua Asia ; bank-bank dunia harus sekali lagi menghadapi keterpurukan ekonomi global.

Laporan kantor berita Perancis (L'Agence France-Presse) membeberkan, Global Management Consulting McKinsey melakukan survei terhadap sekitar 1000 bank di negara berkembang dan baru berkembang selama 3 tahun, ternyata 1/3 dari bank tersebut hanya memiliki 1.6% tingkat pengembalian modal. Angka ini jauh di bawah dari tingkat pengembalian bank-bank lainnya yang menduduki di posisi atas yaitu sebesar 17%.

Dalam laporan McKinsey menyampaikan, “Hampir 35% bank yang ada di dunia tidak saja berkapasitas kecil, yang juga tidak menguntungkan bagi lingkungan pasar dan memiliki kecacatan dalam pengoperasian.”

Laporan mengemukakan, ekonomi terpuruk di bawah untuk jangka panjang, tingkat bunga termasuk rendah bahkan nyaris minus, hal ini yang menghancurkan pengoperasian bank. Bank tidak saja menghadapi ancaman teknologi inovasi tetapi juga menghadapi tantangan pembayaran elektronik dan transaksi lintas bank.

Untuk menutupi tingkat bunga rendah yang mengakibatkan berkurangnya pendapatan, ada sebagian bank yang memperluas cakupan kreditnya, kebijakan ini mungkin malah membuat mereka semakin terjerumus dalam krisis ekonomi.

Dalam laporan menunjukkan, seharusnya bank melakukan penelitian dan analisa dalam menghadapi kecerdasan buatan AI, melalui layanan outsourcing untuk menekan biaya operasi dan memperbaiki kebijakan layanan pelanggan agar dapat berkembang.

Komentar

Terbarumore