History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Pertumbuhan Perekonomian Daratan Tiongkok Kwartal 3 Terendah Dalam 27,5 Tahun Terakhir

  • 19 October, 2019
  • 曾秀情
Pertumbuhan Perekonomian Daratan Tiongkok Kwartal 3 Terendah Dalam 27,5 Tahun Terakhir
Pertumbuhan Perekonomian Daratan Tiongkok Kwartal 3 Terendah Dalam 27,5 Tahun Terakhir

 (Taiwan, ROC) – Pihak Daratan Tiongkok pada hari Jumat tanggal 18 Oktober menyampaikan laporan prediksi pertumbuhan perekonomian belakangan ini yang alami perlambatan, sehingga menjadi yang terendah dalam masa waktu 27,5 tahun terakhir. Hal ini juga telah membuat pihak Beijing harus menghadapi tekanan yang sangat besar, dan kini tengah berupaya mengajukan berbagai langkah antisipasi, guna mampu menyeimbangkan diri dalam hal perekonomian yang tengah berada dalam kondisi bergejolak akibat perang dagang dengan pihak Amerika Serikat.

Merujuk kepada data yang dimiliki oleh media Reuters, banyak analis yang memprediksi bahwa nilai GDP dalam negeri Daratan Tiongkok untuk bulan Juli hingga September, kwartal ke tiga, jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, tercatat sebesar 6,1%. Angka ini menunjukkan bahwa sejak kwartal pertama tahun 1992 hingga kini, angka pertumbuhan perekonomian Daratan Tiongkok menjadi melamban.

Selain itu, hasil prediksi tersebut jika dibandingkan dengan kwartal pertama pada tahun ini yang mampu mencapai angka 6,2%, terlihat mengalami penurunan. Para pakar ahli menyebutkan bahwa pertumbuhan perekonomian Daratan Tiongkok pada tahun 2019, adalah yang terendah selama kurun masa waktu 30 tahun terakhir, yakni berada pada angka 6,2%.

Sementara pihak pemerintah setempat mengumumkan bahwa target untuk pertumbuhan ekonomi pada tahun ini berkisar pada 6 hingga 6,5%. Namun sehubungan dengan berbagai angka indeks yang mengalami kemunduran beberapa bulan terakhir ini, kembali menunjukkan bahwa angka permintaan pasar dalam negeri Daratan Tiongkok melemah, sehingga mendorong pihak pemerintah untuk dapat segera mengusung program insentif baru, agar dapat menghindari kondisi dramatis berulang terjadi dalam perekonomian setempat.

Dua negara perekonomian terbesar dunia, alami krisis karena perang dagang yang berjalan selama 18 bulan, yang mana baik pihak Amerika maupun Daratan Tiongkok masing-masing menerapkan penambahan pemungutn pajak produk yang masuk ke pasar masing-masing. Setelah melalui 13 kali rapat negosiasi, pada tanggal 11 Oktober lalu, Presiden Donald Trump mengumumkan bahwa kedua negara berhasil mencapai sebagian kesepakatan bidang perekonomian.

Adapun MOU Kesepakatan tersebut dijadwalkan akan ditandatangani oleh kedua belah pihak pada saat penyelenggaraan forum APEc di Chili bulan mendatang.

Komentar

Terbarumore