(Taiwan, ROC) --- Baru-baru ini, perusahaan semikonduktor Taiwan, TSMC, membalas gugatan yang dilancarkan oleh Global Foundaries. Global Foundaries diketahui menggugat TSMC atas pelanggaran hak paten. TSMC juga menuntut perusahaan Global Foundaries yang tersebar di Amerika Serikat, Jerman dan Singapura; dengan total 25 pelanggaran hak paten.
Pada bulan Agustus 2019, Global Foundaries Amerika Serikat dan Jerman mengajukan tuduhan kepada TSMC terkait pelanggaran 16 hak paten. TSMC mengatakan bahwa tuduhan yang dilancarkan kepada pihak mereka tidak berdasar. TSMC menambahkan akan menuntut balik serta mengerahkan berbagai cara untuk melindungi hak penelitian dan pengembangan teknologi TSMC.
Pada tanggal 27 September 2019, Komisi Perdagangan Internasional Amerika Serikat (ITC) memutuskan untuk menginvestigasi kasus pelanggaran hak paten yang dituduhkan atas TSMC. Berselang 3 hari kemudian, TSMC melakukan serangan balik kepada perusahaan Global Foundaries yang tersebar di Amerika Serikat, Singapura dan Jerman. Terdapat 25 hak paten yang dilayangkan oleh pihak TSMC; meliputi produk 40NM, 28NM, 22NM, 14NM dan 12 NM.
TSMC meminta kepada pihak pengadilan untuk memberlakukan larangan produksi dan penjualan atas komoditas semikonduktor yang dituduhkan kepada Global Foundaries. Selain itu, TSMC meminta agar perusahaan Amerika Serikat tersebut mengganti rugi atas penggunaan hak teknologi yang telah dipatenkan oleh TSMC.
TSMC menambahkan 25 tuduhan pelanggaran yang dilancarkan oleh TSMC terkait dengan desain FinFET, shallow trench isolation, multiple exposure, dan lain-lain. TSMC mengemukakan spesifikasi yang diajukan merupakan fungsi inti dari teknologi proses semikonduktor yang matang dan maju.
TSMC menekankan bahwa jumlah hak paten yang dituduhkan kepada Global Foundaries hanya mencakup sebagian kecil dari inovasi tim peneliti internal TSMC. Hingga saat ini, TSMC memiliki 37.000 hak paten dan merupakan salah satu dari 10 pemegang hak paten terbanyak di Amerika Serikat, dalam kurun 3 tahun terakhir ini.