(Taiwan, ROC) -- Direktorat Jenderal Budjet, Akuntansi dan Statistik (DGBAS) mengumumkan Indek Harga Konsumen (Costumer Price Index/CPI) Agustus bertambah 0,43% yang berarti selama 8 bulan berturut-turut naik, tetapi Agustus ini untuk Indek Harga Grosir (Wholesale Price Index/WPI) tahunan turun 3,44% meneruskan penurunan selama 4 bulan berturut-turut, mengores penurunan terbesar selama 3 tahun terakhir. Analisa DGBAS menjelaskan, penyebab utama turunnya WPI adalah pengaruh perang dagangn Amerika Serikat dan Daratan Tiongkok, banyaknya unsur ketidakpastian pasar, mempengaruhi permintaan global, tetapi dilihat secara keseluruhan, harga barang termasuk stabil.
DGBAS yagn mengumumkan CPI tahunan bulan Agustus meningkat 0,43%. Kenaikkan paling besar adalah sayuran sebesar 14% karena pengaruh hujan deras dampak dari angin topan, tetapi untuk telur, minyak dan komunikasi memperlihatkan penurunan.
Yang patut diperhatikan adalah WPI tahunan bulan Agustus turn sebesar 3,44% meneruskan penurunan selama 4 bulan berturut-turut, mengores penurunan terbesar selama 35 bulan terakhir. Kepala Divisi Statistik DGBAS, Qiu Shu-cun menganalisa, perang dagang Amerika Serikat dan Daratan Tiongkok membuat pasar menjadi penuh dengan unsur ketidakpastian, mempengaruhi permintaan global, ditambah dengan harga rata-rata minyak bumi OPEC sebesar USD59,-/barel, memperlihatkan penurunan sebesar 17,5% penurunan terus melebar, menyebabkan harga bahan baku turun.
Qiu Shu-cun mengemukakan, apabila diamati dengan menggunakan analisis regresi, selama 2 kuartal ini WPI berada di depan CPI, saat ini sudah menjadi turun satu kuartal, sedangkan CPI juga harus turun 2 kuartal baru bisa deflasi, dilihat secara keseluruhan, harga barang termasuk stabil, tidak ada masalah deflasi. Qiu Shu-cun lebih lanjut menjelaskan, Amerika Serikat dan Daratan Tiongkok akan mengadakan pembahasan baru lagi pada bulan Oktober, tampaknya perang dagang mulai memperlihatkan cahaya terang lagi, untuk itu situasi internasional berubah dengan cepat, jadi masih belum perlu terlalu khawatir.