(Taiwan, ROC) – Direktorat Jenderal Budget, Akutansi dan Statistik (DGBAS) merevisi naik tingkat PDB (Pendapatan Domestik Bruto) tahunan, yang mana para pakar memiliki pandangan yang bertolak belakang, tetapi diingatkan untuk paruh tahun ke bawah yang harus diperhatikan adalah banyaknya kemungkinan perubahan yang terjadi. Profesor Jurusan Manajemen Universitas Sentral, Liang Qi-yuan dengan jujur mengemukakan, “Untuk dapat mempertahankan angka 2 pada tahun ini sudah merupakan tantangan berat!” Liang beranggapan merevisi naik tingkat tahunan PDB adalah hal yang telalu optimis ; Ketua Prakiraan Iklim Ekonomi, Institut Penelitian Ekonomi Taiwan (TIER), Sun Ming-de malah beranggapan untuk meraih 2 digit bukanlah masalah untuk tahun ini, tetapi yang perlu diperhatikan dan yang menjadi tantangan untuk paruh ke bawah tahun ini adalah pertarungan dagang, gelombang pasar finansial, Brexit dan masalah lainnya.
Liang Qi-yuan menyampaikan, alasan utama DGBAS merevisi perkiraan PDB adalah unsur adanya arus balik investor Taiwan, pertumbuhan investasi untuk paruh tahun pertama meningkat pesat. Meskipun arus balik investor Taiwan dengan nilai investasi yang sangat besar, tetapi pertumbuhan konsumsi malah lebih rendah dari tahun lalu, begitu pula dengan pertumbuhan eksport yang juga lebih rendah dari tahun sebelumnya, sedangkan penanaman modal dari arus balik investor Taiwan akan terbagi dalam beberapa tahun, antara penanaman modal dan hasilnya memiliki jeda waktu, selain itu uang yang masuk belum tentu langsung diinvestasikan.
Liang Qi-yuan mengatakan, sebenarnya masih ada banyak unsur yang tidak menguntungkan yang mempengaruhi arus balik investor Taiwan, seperti perang dagang antara Daratan Tiongkok dan Amerika Serikat, perang dagang Jepang dan Korea, masalah Ekstradisi Hongkong, larangan wisatawan lepas Daratan Tiongkok ke Taiwan dan lain sebagainya, terutama tingginya ketergantungan Taiwan akan perdagangan, faktor-faktor yang tidak menguntungkan ini akan mempengaruhi perekonomian Taiwan.
Liang Qi-yuan menegaskan, DGBAS merevisi naik tingkat PDB tahunan dengan 3 alasan seperti tingkat dasar tahun lalu yang rendah, menghangatnya perang dagang Daratan Tiongkok dan Amerika Serikat tetapi ekspor Taiwan tidak mengalami pengaruh yang besar dan bertambahnya investor domestik.
Liang membeberkan, perang dagang Daratan Tiongkok dan Amerika Serikat bertambah parah pada awal Agustus kemarin, Presiden AS, Donald Trump menerapkan penambahan tariff pajak terhadap 300 milyar produk Daratan Tiongkok, tetapi belakangan ini terlihat sedikit perbaikan, selain itu Amerika Serikat gelombang penambangan tariff pajak terakhir tidak berdampak pada ekspor Taiwan, sehingga banyak investor yang merasa khawatir dan memindahkan investasinya ke Taiwan dengan demikian investasi Taiwan bertambah, ini semua yang menjadi alasan utama DGBAS merevisi naik tingkat pertumbuhan PDB.
Sun Ming-de menegaskan, sehubungan dengan sebagian dari industri elektronik dikembalikan ke Taiwan tahun ini, maka jika dilihat secara keseluruhan ini akan baik bagi Taiwan, tetapi sebenarnya dilihat dari sisi pengusaha Taiwan hal ini berarti pemasukkan tahun ini tidak sebaik tahun lalu.
Analisis Standar Chatered Bank, Fu Ming-zai juga menguraikan, dengan dukungan dari kembalinya investor Taiwan dari Daratan Tiongkok sehingga untuk paruh tahun ke bawah tingkat pertumbuhan ekonomi Taiwan akan naik, tetapi perekonomian Taiwan akan menghadapi resiko seperti perang dagang Daratan Tiongkok dan AS merupakan unsur yang tidak pasti, membaiknya pertumbuhan ekonomi Daratan Tiongkok dan penyesuai inventaris industry teknologi tinggi. Meskipun upaya Taiwan memperluas perdagangannya ke Asia Tenggara, tetapi AS dan Daratan Tiongkok yang berkontribusi tinggi yaitu lebih dari 50% bagi ekspor Taiwan, Daratan Tiongkok merupakan basis manufaktur luar negeri terbesar dan salah satu sumber utama surplus serta pariwisata bagi Taiwan.