(Taiwan-ROC) -- Direktorat Jenderal Budjet, Akuntansi dan Statistik (DGBAS) tanggal 5 Juli mengumumkan Indeks Harga Barang (CPI) bulan Juni dengan penambahan tahunan sebesar 0,86%, untuk harga makanan meningkat jelas sebesar 3,36% menerobos angka tertinggi selama 30 tahun terakhir, diantaranya adalah kenaikan harga sayur mayur yang melebihi 2 kali lipat, buah-buahan sebesar 14%. Dari analisa DGBAS, naiknya harga sayur dan buah dipengaruhi oleh hujan lebat yang belakangan ini terus menerpa Taiwan, saat ini harga buah-buahan sudah ada perbaikan, tetapi untuk sayuran jika dibandingkan dengan tahun kemarinm tingkat kenaikkan harga cukup tinggi. Fluktuasi harga secara keseluruhan tidak terlalu besar.
DGBAS mengumumkan Indeks Harga Barang (CPI) Juni yang memperlihaktan kenaikan bulanan sebesar 0,34% sedangkan peningkatan tahunan sebesar 0,86%. Dari 7 kategori besar yang ada kenaikan yang paling tinggi adalah harga pangan sebesar 3,36% menembus angka tertinggi sejak 30 bulan terakhir.
Selanjutnya adalah harga sayur –mayur dengan kenaikkan lebih dari 20% begitu pula dengan harga buah-buahan yang memperlihatkan kenaikan sebesar 14%, mengores kenaikkan tertinggi selama 28 bulan terakhir. DGBAS menganalis, kenaikkan harga buah dan sayuran diakibatkan turunnya hujan lebat, meskipun untuk harga bulan ini terlihat ada perbaikan tetapi dibandingkan dengan harga terendah tahun sebelumnya, mungkin harus memerlukan waktu baru dapat menstabilkan harga, tetapi untuk harga buah sudah membaik. Staf Khusus DGBAS, Qiu Shu-cun (邱淑純) mengatakan, “Penyusutan harga buah-buahan lebih terlihat jelas, untuk sayuran, dilihat dari 5 hari ini belum adanya penurunan harga yang berarti.”
Selain itu, bertambahnya pasokan telur ayam sehingga dapat menghentikan kenaikan dua digit, untuk dua bulan terakhir ini telah memperlihatkan garis menurun, yang mana pada bulan Juni ini mengalami fluktuasi turun sebesar 6,68%. Pada bagian katering dan makanan jadi, bulan Juni ini mengalami kenaikan 1,54% menunjukkan fluktuasi terendah selama 30 bulan terakhir, Qiu Shu-cun menekankan, biaya makan di luar sejak tahun 2010 memperlihatkan garis naik, fluktuasi kenaikannya tidak setinggi kenaikkan bahan makanan, alasan utamanya adalah turunnya harga gas. secara keseluruhan, CPI inti setelah dikurangi dengan sayur dan buah-buahan adalah sebesar 0,48% menunjukkan gelombang fluktuasi yang tidak terlalu besar.
Pada bagian Indek Harga Jual (WPI), untuk bulan Juni ini memperlihatkan pengurangan tahunan sebesar 1,03% sudah selama 2 bulan berturut-turut menunjukkan peningkatan minus dengan penuruan yang cukup besar. Qiu Shu-cun menganalisis, kebijakan go green membuat
Memanasnya ketegangan geopolitik mengakibatkan harga minyak mentah telah jatuh. Namun, perang dagang Amerika Serikat dan Daratan Tiongkok saat ini telah mereda, dan kesepakatan pengurangan produksi OPEC sehingga harga minyak mentah seharusnya akan kembali membaik.