History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Pajak AS Bagi Produk Daratan Tiongkok Resmi Berjalan, Presiden: Tidak Terlalu Berdampak Bagi Taiwan

  • 10 May, 2019
  • 曾秀情
Pajak AS Bagi Produk Daratan Tiongkok Resmi Berjalan, Presiden: Tidak Terlalu Berdampak Bagi Taiwan
Pajak AS Bagi Produk Daratan Tiongkok Resmi Berjalan, Presiden: Tidak Terlalu Berdampak Bagi Taiwan

(Taiwan, ROC) --- Terhitung 10 Mei 2019, keputusan Amerika Serikat untuk  meningkatkan tarif pajak pada produk-produk Daratan Tiongkok dimulai. Presiden Tsai Ing-wen menggelar pertemuan tingkat tinggi pertahanan keamanan nasional, untuk mempelajari dan merumuskan beberapa strategi.

Kepala Negara secara pribadi menjelaskan, terhitung tanggal 10 Mei 2019, Amerika Serikat menaikkan sanksi tarif pajak bagi produk Daratan Tiongkok, dari semula 10% kini menjadi 25%. Dengan kata lain, untuk produk impor yang mencapai US$ 200 miliar, akan dikenakan pajak 25%. Keputusan besar ini tentu akan berdampak pada sektor ekonomi dan finansial dunia. Meskipun sanksi ini tidak terlalu berdampak bagi Taiwan, namun pemerintah akan terus memantau perkembangan lebih lanjut dan mempersiapkan langkah yang diperlukan.

Presiden Tsai Ing-wen mengatakan, “Saat ini belum meluas dan berimbas pada produk impor Taiwan. Dampak yang diterima Taiwan masih sangat terbatas. Namun jika Amerika Serikat mengadopsi langkah sanksi tarif pajak yang lebih besar, maka dampak yang diberikan juga akan membesar. Oleh karena itu, kami membahasnya secara khusus dalam pertemuan hari ini. Kami juga telah mengusulkan strategi yang lengkap. Kami akan terus memantau perkembangan lebih lanjut dan mengambil langkah penanggulangan yang diperlukan.”

Guna menanggapi perang perdagangan antar Amerika Serikat dengan Daratan Tiongkok, Kepala Negara juga memberikan 4 penjelasan; meliputi fondasi ekonomi Taiwan terbilang cukup stabil dan tahun 2019 merupakan puncak dari sektor investasi di Taiwan. Beliau melanjutkan di tengah menghangatnya konflik perdagangan antar Amerika Serikat dengan Daratan Tiongkok, pemerintah menyambut kepulangan seluruh pengusaha Taiwan. Dan yang terpenting adalah Taiwan harus memilih jalur perkembangan ekonomi yang tepat.

Presiden Tsai mengemukakan konflik perdagangan antar 2 negara adidaya tersebut, merupakan masalah struktural jangka panjang. Secara fundamental akan mengubah tatanan perdagangan dan rantai pasokan dunia. Dengan demikian metode segitiga perdagangan pesanan diterima di Taiwan, “produksi dilakukan di Daratan Tiongkok, diekspor ke Amerika Serikat”, juga akan berubah. Tujuan pemerintah adalah untuk mempercepat kembalinya bisnis Taiwan, membangun kembali rantai industri, mempromosikan transformasi komprehensif dan meningkatkan nilai industri. Pada saat yang sama, juga akan mempercepat penandatanganan perjanjian perdagangan yang bebas dan adil dengan Amerika Serikat. Selian itu, juga akan berupaya untuk mendorong slogan “Made in Taiwan” menggantikan “Made in China”.

Terkait dengan zona ekonomi bebas, Presiden Tsai Ing-wen menegaskan bahwa hal ini hanya akan mengubah kawasan Taiwan menjadi salah satu zona khusus Daratan Tiongkok untuk melakukan pemrosesan produk ekspor mereka. Ini bisa membingungkan antar produk Taiwan dengan produk Daratan Tiongkok. Zona ekonomi khusus hanya akan membuat Taiwan mundur ke masa-masa produksi di zaman dulu. Selain itu, pembentukan zona ini juga tidak konsisten dengan semangat perjanjian FTA yang baru ditandatangani Amerika Serikat dengan negara-negara lain, dan bisa menjadi penghambat utama bagi transformasi perkembangan ekonomi Taiwan.

Komentar

Terbarumore