(Taiwan, ROC) – Perusahaan semi konduktor skala besar, Renesas, Jepang, membenarkan isu terkait pertimbangan untuk menghentikan secara sementara pengoperasian pabriknya selama maksimal 2 bulan. Institut Riset Teknologi Taiwan atau TIER pada hari Jumat tanggal 8 Maret menyampaikan alasan utama penghentian pengoperasian tersebut dikarenakan kondisi melambatnya pertumbuhan pasar mobil di Daratan Tiongkok yang jarang terjadi selama kurun waktu 28 tahun terakhir, ditambah lagi dengan efek perang dagang antara Amerika dengan Daratan Tiongkok. Jika penghentian pengoperasian tersebut benar dijalankan, maka tentu akan memberikan dampak bagi perusahaan manufaktur chips dan perusahaan alat penguji semi konduktor Taiwan. Namun kelak di kedepannya, pihak Renesas akan mempercepat proses pemberian tender pembuatan chips dan hal ini tentu juga akan memberikan peluang menguntungkan bagi perusahaan Taiwan.
Media di Jepang memberitakan pihak perusahaan Renesas merencanakan untuk menghentikan proses produksi di 13 pabrik yang dimilikinya, yang mana jumlah produksi untuk tahun ini diperkirakan akan menurun hingga setengahnya dibandingkan tahun sebelumnya. Pihak Renesas pada hari Kamis tanggal 7 Maret merilis pernyataan pengumuman, bahwa merujuk dan mempertimbangkan kebutuhan masa depan, maka untuk sementara akan melakukan penghentian produksi untuk sementara waktu, termasuk bagian hulu manufaktur yang akan dihentikan pengoperasiannya maksimal 2 bulan, sementara untuk bagian hilir manufaktur akan dihentikan pengoperasiannya selama beberapa minggu.
Berkenaan dengan hal ini, pihak TIER pada hari Jumat tanggal 8 Maret menjelaskan bahwa pihak Renesas banyak mendapatkan pesanan untuk pasar mobil di Daratan Tiongkok. Namun karena program perpajakan mobil pada tahun lalu telah berhenti, ditambah lagi dengan adanya dampak pengaruh dari perang dagang dengan pihak Amerika, turut menyebabkan pasar mobil di Daratan Tiongkok mengalami penurunan yang cukup signifikan untuk kurun masa perbandingan 20 tahun terakhir. Dalam waktu yang bersamaan, modal manufaktur chips yang dimiliki oleh Renesas memang lebih tinggi, sehingga turut menyulitkan kondisi yang ada. Semua ini menjadi alasan mengapa pihak Renesas tengah mempertimbangkan untuk menghentikan pengoperasian pabriknya sementara waktu.