(Taiwan, ROC) – Menteri Perekonomian Shen Jong-chin pada hari Jumat tanggal 8 Maret saat diinterpelasi di Yuan Legislatif menyampaikan bahwa stasiun penerima gas alam no 3 akan selesai pembangunannya pada tahun 2023 mendatang, dan saat ini masih dalam proses pemeriksaan dampak pengaruh terhadap lingkungan sekitarnya, guna bisa menjadi bagian rujukan untuk pembangunannya.
Perdana Menteri Su Tseng-chang saat menjawab pertanyaan dari anggota legislator partai KMT, Jiang Wan-an, memastikan bahwa pihak Yuan Eksekutif akan berupaya semaksimalnya untuk bisa mencapai target pemberdayaan sumber energy terbarukan di tahun 2025. Namun Jiang Wan-an menyatakan keraguannya akan masalah pemetaan sumber energi dari gas alam, dimana disebutkan untuk tahun 2017 indeks yang dicapai sebesar 49%, sementara pada tahun 2019 dinaikkan menjadi 50%, sementara stasiun penerima gas alam no 3 sendiri, masih belum selesai dibangun. Oleh sebab itu, Jiang beranggapan jika pemerintah tidak dapat mewujudkan target pemetaan sumber energi yang
Su Tseng-chang menjelaskan dengan pertimbangan kondisi pelestarian lingkungan, pemerintah telah memperkecil skala bangunan stasiun penerima gas alam no 3, dari 200 an lebih hektar menjadi 23 hektar. Usai lolos uji dari bagian penyelidikan pelestarian lingkungan, maka pembangunan akan dilanjutkan. Namun Jiang Wan-an menyebutkan pada bulan Januari, ada kelompok peneliti yang menemukan jika pada lokasi bangunan telah ditumbuhi oleh koral dan ganggang.
Menteri Eekonomi mengatakan, “Jika membahas hal ini, maka proses pembangunan akan diselesaikan pada tahun 2023. Jika saat ini proyek berhasil lolos uji pelestarian lingkungan, dan tempat penyimpanan energi juga tidak akan memberikan dampak pengaruh terhadap ekosistim yang ada, pembangunan akan dimulai seluas 5 hektar, dan semuanya akan kembali sesuai dengan peraturan yang ada.”
Berkenaan dengan kekhawatiran akan naiknya harga listrik, Su Tseng-chang menyebutkan bahwa modal bahan bakar saat ini relative lebih murah harganya, sehingga pemerintah tidak memiliki beban untuk melakukan perubahan terhadap harga.
Guna mengantisipasi masalah polusi udara, pabrik terkait akan menggunakan bahan bakar yang lebih mahal, Jiang Wan-an mempertanyakan siapa yang akan bertanggung jawab terhadap kerugian akibat tidak dinaikkannya harga listrik? Su Tseng-chang menjawab jika banyak faktor yang dapat memengaruhi modal pengoperasian, namun pemerintah akan menggunakan dana yayasan pemerintah untuk menstabilkan harga untuk masa jangka waktu yang pendek. Su Tseng-chang menegaskan jika pengaturan harga listrik tentu disesuaikan dengan sistem perhitungan yang ada, dan bukan karena adanya intervensi dari unsur politik.