(Taiwan, ROC) - Taiwan mencatat kerugian pertanian hampir NT$600 juta (US$19,45 juta) dalam enam pekan terakhir disebabkan musim dingin yang hangat yang mengakibatkan cuaca lebih kering dari biasa, demikian berdasarkan statistik yang dirilis oleh Dewan Pertanian (COA), Rabu, 6 Maret.
Data terperinci dari COA menunjukkan, kerugian yang dialami petani dalam kurun waktu 23 Januari hingga 6 Maret akibat cuaca hangat dan kering berjumlah NT$572,42 juta.
Kerugian terbesar diderita di kawasan Kaohsiung di Taiwan selatan, di mana sektor pertanian, yang meliputi lahan seluas 2.253,65 hektar, secara keseluruhan mengalami kerugian NT$98,39 juta.
Menurut COA, hasil tani yang terpengaruh paling serius adalah buah leci, di mana jumlahnya mencapai NT$78,8 juta dan lahan yang terpengaruh seluas 1.566 hektar. Produk lain yang mengalami kerugian mencakup buah plum, persik, longan dan mangga, tersebar di lahan seluas 687 hektar.
Sementara itu, di Hengchun, Kabupaten Pingtung, yang merupakan wilayah utama penanam bawang di Taiwan, bawang yang dipanen berukuran lebih kecil karena unsur cuaca, menimbulkan kerugian pertanian sekitar NT$54 juta di lahan seluas 213 hektar, yang mendominasi 35% dari ladang bawang di seluruh Taiwan.
COA menghitung, hingga Rabu, kerugian pertanian total di Kabupaten Pingtung telah meningkat menjadi sekitar NT$70 juta.