(Taiwan, ROC) – Mantan Walikota New Taipei City, Eric Chu yang sempat menyatakan kesiapan dirinya untuk ikut serta bersanding dalam pemilu presiden 2020 menyampaikan, bahwa jika dirinya terpilih sebagai presiden mendatang, dengan bahan pertimbangan dasar keamanan nasional dan ketidakcukupan atas persediaan sumber energi, maka dirinya bersedia untuk mengusung kembali kelanjutan pembangunan PLTN no 4.
Sehubungan dengan pernyataan sikap dari Eric Chu, Mantan Ketua Umum Partai DPP Lin Yi-hsiung pada hari Kamis tanggal 28 Februari saat menerima wawancara dari media menjelaskan bahwa persengketaan PLTN No 4 telah berlangsung selama lebih dari 30 tahun. Tanpa harus kembali menjelaskan dampak buruk terhadap Taiwan akibat pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir, maka jika terjadi kerusakan pada PLTN di Taiwan, maka kawasan utara Taiwan tidak dapat ditinggali oleh manusia, sementara selatan Taiwan hanya tersisa sumber daya manusia terbatas yang tidak mampu menyelamatkan diri dari bencana nuklir yang akan tetap tinggal. Mantan Presiden Ma Ying-jeou sebelumnya telah mengambil langkah yang bijak untuk menyegel PLTN No 4. Lin Yi-hsiung kembali menyebutkan dampak buruk yang sangat besar dari PLTN No 4, ternyata masih tetap ada politikus yang berani mengambil resiko tersebut, dan bagi Lin Yi-hsiung hal ini menjadi sesuatu yang tidak masuk akal.
Lin Yi-hsiung menjelaskan bahwa siapapun kandidat yang menyerukan untuk kembali melanjutkan PLTN No 4, maka tidak layak untuk dipilih, karena kandidat seperti demikian bukanlah seorang tokoh yang memiliki rasa cinta dan sayang terhadap negara dan rakyat.
Lin Yi-hsiung mengatakan, “Oleh sebab itu, saya pribadi berprinsip bahwa kandidat manapun yang mencanangkan untuk kembali melanjutkan pembangunan PLTN No 4, tidak peduli jabatan apa yang hendak diikuti dalam pemilu, maka tidak layak untuk terpilih. Kandidat seperti demikian tentu bukanlah orang yang memiliki hati terhadap Taiwan dan masyarakatnya. Ia bisa menggunakan Taiwan dan rakyat yang ada sebagai bahan taruhannya, yang mana menunjukkan bahwa jika dirinya tidak memiliki kemampuan, juga tidak memiliki hati. Maka sikap saya terhadap kandidat seperti demikian, tentu sangat… sudah tidak dapat dikatakan lagi, yah seperti demikian.”
Lin Yi-hsiung menjelaskan bahwa tidak ada yang dapat menjamin keamanan PLTN, dengan mengambil contoh misalnya bencana nuklir di Chernobyl dan Fukushima, bukankah sebelumnya juga memiliki sistem produksi yang sempurna, namun pada akhirnya tetap berakhir dengan bencana dahsyat.