(Taiwan, ROC) - Kegiatan manufaktur di Taiwan terus melesu, merendahkan Indeks Manajer Pembelian (Purchasing Managers' Index/PMI) ke level paling rendah sejak indeks tersebut mulai dicatat pada Juli 2012, demikian berdasarkan laporan terbaru dari tank pikir terkemuka Taiwan, Institut Riset Ekonomi Chung-Hua (CIER).
Menurut laporan, PMI untuk Desember 2018 turun 3,2 point dari November menjadi 44,8 point, sedangkan untuk indeks non-manufaktur (NMI) bagi sektor layanan lokal untuk bulan yang sama juga turun 0,7 dari sebulan sebelumnya menjadi 51,6 point.
Untuk PMI dan NMI, angka di atas 50 point menunjukkan ekspansi atau pertumbuhan, sedangkan di bawah 50 point menunjukkan kontraksi atau penurunan.
CIER menerangkan, kelesuan tersebut adalah konsekuensi dari faktor-faktor tidak menguntungkan dalam pasar global, pada khususnya friksi perdagangan antara Amerika Serikat dan Daratan Tiongkok.
Pelaksana tugas Ketua CIER Wang Jiann-chyuan (王健全) menganalisis, menegangnya perang perdagangan antara Washington dan Beijing telah menanamkan faktor tak tetap terhadap pertumbuhan ekonomi global, termasuk ekonomi Taiwan berorientasi ekspor yang juga telah merasakan dampak dari rantai suplai global.
Menurut Wang, anjloknya harga minyak mentah internasional juga telah merendahkan harga bahan baku, dan ini bukan perkembangan baik bagi nilai ekspor Taiwan.