(Taiwan-ROC) --Di bawah situasi perang dagang Amerika Serikat dan Daratan Tiongkok yang semakin menghangat, berbagai badan ekonomi merevisi ke bawah perkiraan pertumbuhan ekonomi untuk tahun ini. Badan Perkembangan Nasional (National Development Council/NDC) beberapa hari lalu mengumumkan lampu iklim ekonomi November, hanya selisih 1 angka sudah akan menyalakan lampu biru yang berarti “rendah”. Wakil NDC, Cheng Cheng-mount (鄭貞茂) hari ini (1/1) menyampaikan, perekonomian Daratan Tiongkok melamban di tahun 2019, setiap kali merevisi turun 1 angka, maka akan mempengaruhi PDB Taiwan sekitar 0,2 – 0,3%, pada waktu itu beberapa badan ekonomi merevisi turun pertumbuhan ekonomi Daratan Tiongkok menjadi sekitar 6,2% - 6,3%, berdasarkan hal ini Cheng Cheng-mount memperkirakan pengaruhnya terhadap pertumbuhan ekonomi Taiwan sekitar 0.2%.
Ketua NDC, Chen Mei-ling mengemukakan, beberapa badan ekonomi internasional utama beranggapan ekonomi global melamban pada permulaan tahun 2019, meskipun ada beberapa institut ekonomi yang pesimis terhadap iklim ekonomi global di tahun 2019 tetapi Chen Mei-ling tidak merasa situasi akan lebih parah dari tsunami ekonomi global atau krisis hutang Eropa, meskipun tidak menyangkal kalau untuk 3 tahun mendatang, merupakan titik kunci transfomasi bagi Taiwan.
Chen Mei-ling membeberkan, untuk meningkatkan permintaan dalam negeri, saat ini tiap-tiap instansi tengah melakukan inventarisasi kebijakan yang dapat diterapkan, yang mungkin dalam rapat percepatan investasi Taiwan akan membahas pelaksanaan inventarisasi, apabila berjalan lancar maka ada kemungkinan akan diumumkan sebelum tahun baru Imlek.
Pejabat NDC membocorkan, terkait Biro Pariwisata, Kementerian Taransportasi telah meneliti program pariswisata secara keseluruhan, meningkatkan wisatawan domestik seperti program promosi keunikan 40 kota/desa atau paket wisata dan lain sebagainya, Kementerian Ekonomi tengah mempertimbangkan apakah akan memberikan subsidi bagi konsumen yang membeli peralatan hemat energy untuk merangsang dukungan dari masyarakat.
Selain itu, untuk dana anggaran bagi infrastruktur prospektif tahun 2019 diperkirakan membutuhkan NTD 100 Milyar lebih, mungkin lebih banyak dari tahun kemarin, ditambah dengan apabila penandatanganan Pembangkit Listrik Tenagan Angin Lepas Pantai berjalan lancar dan akan memasuki tahap penempatan di tahun 2019 ini yang juga akan membantu untuk investasi modal swasta.