(Taiwan, ROC) - Institut Riset Ekonomi Chung-Hua (CIER) tidak mengubah prakiraan laju ekonomi Taiwan untuk 2019 dalam laporan terbarunya, namun mengungkapkan keprihatinan terhadap ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan Tiongkok.
Menurut perkiraan CIER, pertumbuhan ekonomi yaitu produk domestik bruto (PDB) Taiwan untuk 2019 tetap akan mencapai 2,18%, dan bergantung pada kebutuhan domestik yang diprediksi mengkontribusikan pertumbuhan setinggi 1,83%.
Tank pikir terkemuka di Taiwan itu juga mengemukakan, pembentukan modal tetap bruto (PMTB) yakni pengeluaran untuk barang modal yang mempunyai umur pemakaian lebih dari satu tahun dan tidak merupakan barang konsumsi, akan bertumbuh 4,79% pada 2019, lebih tinggi 2,73% dari prakiraan untuk 2018.
Penyebab utama kenaikan tersebut, menurut CIER, adalah meningkatnya investasi sektor publik dan pulangnya pengusaha Taiwan yang sebelumnya berinvestasi di luar negeri.
Konsumsi pribadi untuk 2019, sementara itu, diprakirakan naik hanya 2,01%, turun cukup banyak dibandingkan prediksi 2,11% untuk 2018. Ini adalah konsekuensi dari ketidakpastian ekonomi global serta melambatnya pertumbuhan kekayaan dan penghasilan, jelas CIER.
Pelaksana tugas Presiden CIER Wang Jiann-chyuan (王健全) menganalisis, ekonomi global menghadapi banyak risiko dan ketidakpastian pada 2019, dan perang perdagangan Amerika Serikat-Daratan Tiongkok terus menjadi faktor yang bisa memengaruhi outlook ekonomi.
Faktor-faktor lain yang bisa menimbulkan dampak mencakup skala kelesuan ekonomi Tiongkok, lintasan kenaikan suku bunga global serta fluktuasi harga bahan baku.