(Taiwan/ROC) --- Academia Sinica pada Rabu (5/12) mengumumkan analisa laju ekonomi terbaru, yang diperkirakan pada tahun ini berkisar 2.64%. Angka ini diprediksi akan berkurang menjadi 2.45% pada tahun 2019 mendatang. Academia Sinica memprediksi ekonomi global pada tahun depan akan terkena dampak dari konflik perdagangan Amerika Serikat dengan Daratan Tiongkok, yang berimbas pada melambatnya pertumbuhan ekonomi dunia. Dalam 90 hari ke depan, apakah kedua negara adidaya tersebut dapat mencapai sebuah konsensus? Apakah Daratan Tiongkok dapat memberikan jawaban yang akan memuaskan Amerika Serikat? Hal ini masih menjadi keraguan dunia.
Chou Yeu-tien (周雨田) yang merupakan analisa dari Academia Sinica mengemukakan ekonomi global pada tahun ini mendapat pengaruh yang signikan dari konflik perdagangan AS-Daratan Tiongkok. Hal ini juga berimbas yang meningkatnya votalitas pasar keuangan. Banyak Kawasan di berbagai belahan dunia juga mengalami hal yang kurang begitu baik; meliputi Eropa dan Jepang. Pertumbuhan ekonomi di kedua tempat tersebut dilaporkan tidak berjalan sesuai dengan harapan. Amerika Serikat dikabarkan akan mengurangi kebijakan tarif pajaknya pada tahun mendatang, situasi keuangan global pun dirasa tetap harus waspada. Apalagi pengaruh dari ketidakpastian konflik perdagangan yang berimbas pada memburuknya situasi perekonomian dunia.
Chou Yeu-tien melanjutkan meskipun Amerika Serikat dan Daratan Tiongkok telah mencapai kesepakatan sementara dalam pertemuan akbar G20, namun ancaman dari Negeri Paman Sam tersebut belum dicabut sepenuhnya. Chou Yeu-tien melanjutkan Amerika Serikat diketahui mengajukan permintaan untuk melakukan reformasi besar-besaran. Tidaklah mudah bagi Daratan Tiongkok untuk memuaskan Negeri Paman Sam dalam jangka waktu 3 bulan.
Chou Yeu-tien mengatakan, “3 bulan ini, apakah Daratan Tiongkok mampu memberikan jawaban yang memuaskan untuk Amerika Serikat? Saya rasa tidak mudah, namun demikian mereka tetap harus mencobanya. Negosiasi ini tentu akan memakan waktu dan proses yang panjang”.
Academia Sinica mengingatkan pemerintah untuk memikirkan langkah, guna merangsang pertumbuhan ekonomi tahun mendatang; misal dengan meningkatkan daya belanja pembangunan infrastuktur dan menarik para investor Taiwan untuk pulang ke tanah air.