(Taiwan, ROC) Wamenko Wang Mei-hua sedang dalam pertemuan pembahasan Organisasi Perdagangan Dunia(WTO), dalam pertemuan tersebut berjanji, dalam setiap pembahasan di masa mendatang, Taiwan berstatus sebagai “negara maju”, hal ini memicu kekhawatiran dari pakar ekonomi, walaupun berkesan hanya naik satu peringkat namun tidak lagi menikmati keistimewaan substansial, dalam hal ini ada untung dan ruginya.
Anggota kaukus KMT Fei Hung-tai pada hari Jumat ini (19/10) saat siding interpelasi mempertanyakan, status Taiwan diubah menjadi negara maju, akan berkemungkinan merugikan sector industri dan pertanian. WTO dalam Kawasan Asia Timur, pendapatan perkapita warga Taiwan 25000 dolar Amerika, Singapura 61000 dolar Amerika, Hongkong 50000 dolar Amerika, Korea 32000 dolar Amerika, akan tetapi dari negara-negara tersebut tercatat sebagai negara sedang berkembang, dilihat dengan kondisi kompetitif yang dimiliki oleh Taiwan tercatat sebagai negara maju, sangat meragukan, apakah kondisi demikian bertujuan menyenangkan pihak Amerika semata? Atau ada strategi terselubung apakah yang akan dijalankan oleh Wamenko Wang Mei-hua?
Saat sidang interpelasi PM Lai Ching-de menjawab, keputusan ini bukan semata diambil oleh Wang Mei-hua, melainkan status Taiwan sebagai negara maju dikarenakan mempertimbangkan saran masukan dari Representatif Taiwan untuk WTO, Cyrus Chu(朱敬一) yang telah memperhatikan kondisi Taiwan dalam masa jangka panjang dan melalui rapat pembahasan dari setiap kementerian menilai keuntungan yang didapat lebih besar daripada kerugiannya.
PM Lai menekankan, walaupun Taiwan telah menjanjikan di masa mendatang dalam setiap pembahasan dengan posisi Taiwan sebagai negara maju, akan tetapi dasar pembahasan di masa lalu tidak mengalami perubahan, tetap membangun perkembangan sektor pertanian Taiwan yang kompetitif.
PM William Lai mengatakan, “Kita dengan status sebagai negara maju untuk ikut dalam pembahasan, tidak ada transaksi terselubung dengan Amerika Serikat, juga tidak akan merugikan kepentingan petani Taiwan, kedua, produk pertanian Taiwan telah dibahas, sementara ini pemerintah Taiwan mengharapkan agar industri pertanian Taiwan, dalam kesempatan ini dapat berpartisipasi dalam CPTPP atau berstatus negara maju dalam pembahasan ini, semua akan bermanfaat bagi sektor pertanian Taiwan, industri pertanian Taiwan akan ditingkatkan.”
Anggota kaukus KMT Fei Hung-tai berlanjut dengan mempertanyakan, jika Taiwan bergabung dalam CPTPP dengan status sebagai negara maju berkemungkinan hanya menjadi boneka Amerika Serikat, apakah akan berlanjut dengan permintaan Amerika Serikat mengirimkan daging babi dan daging sapi AS, partisipasi dalam CPTPP apakah juga akan menerima impor makanan produksi dari kawasan rentan radiasi nuklir? Menghadapi beragam produk pertanian dari negara besar, apakah petani Taiwan mampu bertahan?
PM Lai menjelaskan, perubahan status Taiwan tidak ada hubungannya dnegan impor makanan dari kawasan rentan radiasi nuklir ataupun impor daging babi. Beliau beranggapan, dalam menghadapi segala situasi tetap yakin dan menekankan pasar terbuka Taiwan tetap memenuhi persyaratan sebagai status negara maju.