History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Terdampak Tarif Timbal Balik AS, 827 Orang di 20 Perusahaan Mengambil Cuti Tanpa Gaji

  • 02 June, 2025
  • 陳志勇
Terdampak Tarif Timbal Balik AS, 827 Orang di 20 Perusahaan Mengambil Cuti Tanpa Gaji
Terdampak Tarif Timbal Balik AS, 827 Orang di 20 Perusahaan Mengambil Cuti Tanpa Gaji

(Taiwan, ROC) - 20 perusahaan di Taiwan telah terdampak tarif timbal balik dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan memberlakukan cuti tanpa gaji terhadap 827 pekerjanya, demikian berdasarkan statistik terbaru tentang kondisi pengurangan shift di perusahaan-perusahaan Taiwan yang diumumkan Kementerian Ketenagakerjaan (MOL) pada hari Senin.

Laporan MOL menunjukkan, 155 perusahaan menerapkan kebijakan pengurangan shift, bertambah 7 dibandingkan laporan sebelumnya; jumlah pekerja yang terpengaruh adalah 2.831 orang, meningkat 167 orang dari laporan sebelumnya; dan dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, jumlah perusahaan berkurang 108, sedangkan jumlah pekerja yang terpengaruh berkurang 2.354 orang.

Huang Chi-ya (黃琦雅), Direktur Departemen Standar Tenaga Kerja dan Kesetaraan Pekerjaan di bawah MOL menganalisis, perusahaan yang menerapkan kebijakan pengurangan shift terkonsentrasi di industri manufaktur, dengan 105 perusahaan dan 2.430 orang, terutama di industri logam, dan mekanik dan listrik. 

Huang menerangkan, salah satu produsen perangkat mekanik melaporkan 140 orang, dan produsen produk logam lainnya melaporkan 72 orang, tetapi ada juga industri manufaktur peralatan perangkat listrik yang mengakhiri pengurangan shift lebih cepat dari jadwal, sehingga secara keseluruhan, saat ini total 20 perusahaan dan 827 orang diliburkan tanpa gaji karena terdampak kebijakan tarif timbal balik AS.

Menurut Huang, kebijakan AS berubah-ubah dan penuh ketidakpastian, pemerintah akan terus memantau perkembangan dan memberikan bantuan dengan saksama. Ia mengatakan,"Saat ini, MOL masih melakukan pemantauan ketat. Mohon minta pemerintah daerah untuk memerhatikan semua unit bisnis di wilayah yurisdiksinya. Jika ada laporan pengurangan jam kerja dan istirahat, segera setelah menerima laporan, kami akan berinisiatif menghubungi produsen untuk berkunjung, memberikan rencana pelatihan ulang, dan mengadopsi langkah-langkah stabilitas pekerjaan lainnya, terutama untuk memberikan informasi tentang langkah-langkah bantuan terkait tarif, memahami situasi ketenagakerjaan di berbagai kabupaten dan kota, dan membuat tanggapan selanjutnya."

MOL juga mengingatkan bahwa setelah pengusaha mencapai kesepakatan dengan karyawan dan mengajukan pengurangan jam kerja dan istirahat, pengusaha tetap harus membayar karyawan upah minimum sebesar NT$28.590, jadi bukan tanpa upah sama sekali, sementara asuransi ketenagakerjaan dan kesehatan nasional karyawan juga harus diteruskan seperti biasa.

Komentar

Terbarumore