(Taiwan, ROC) - Lembaga riset Inggris, Oxford Economics merilis laporan penilaian kota tahunannya, Global Cities Index 2025. Dalam daftar 1.000 kota di berbagai pelosok dunia, New York, London, dan Paris berada di peringkat 3 teratas; tujuh kota Asia masuk dalam top 100; dan Taipei berada di peringkat ke-60, naik 5 peringkat dari tahun lalu.
Berdasarkan laporan yang dirilis pada akhir Mei ini, 10 kota teratas adalah New York, London, Paris, San Jose, Seattle, Melbourne, Sydney, Boston, Tokyo, dan San Francisco.
Ada 7 kota Asia (tidak termasuk Timur Tengah) yang masuk dalam 100 teratas, yaitu Tokyo di peringkat ke-9, Seoul di peringkat ke-15, Singapura di peringkat ke-21, Taipei di peringkat ke-60, Hong Kong di peringkat ke-72, Kuala Lumpur di peringkat ke-79, dan Osaka-Kyoto di peringkat ke-100.
Penilaian ini didasarkan pada lima kriteria, meliputi ekonomi, sumber daya manusia, kualitas hidup, lingkungan, dan tata kelola, dengan nilai tertinggi adalah 100. Taipei memperoleh nilai 50,0, 67,7, 90,4, 72,2, dan 88,1, dengan rata-rata 75,0, menempati peringkat ke-60, naik 5 peringkat dari peringkat ke-65 tahun lalu.
Dalam hal kualitas hidup, sumber daya manusia, kualitas hidup dan tata kelola, Taipei berada di peringkat lebih tinggi daripada New York.
Karena proporsi skala ekonomi perkotaan dan evaluasi sumber daya manusia yang melibatkan pengetahuan, keterampilan, dan kapasitas produksi lebih tinggi daripada bidang lainnya, sebagian besar dari 100 kota teratas dunia berada di Amerika Utara dan Eropa Barat.
New York adalah pusat keuangan, teknologi, periklanan, dan media global, serta ekonomi perkotaan terbesar di dunia, dengan hasil produksi utamanya berasal dari industri keuangan. Pertumbuhan ekonomi New York telah stabil sejak lama, dengan ukuran sekitar dua Los Angeles, dan kota ini menerima nilai penuh dalam bidang ekonomi, terus menduduki peringkat teratas.
London dan Paris berada di peringkat kedelapan dan kesebelas dalam evaluasi ekonomi. London dikenal sebagai "kota global" dengan banyak universitas berperingkat internasional, kantor pusat perusahaan multinasional, dan tenaga kerja yang beragam. Sumber daya manusia merupakan bidang yang paling menonjol di London. Paris telah menjadi "ibu kota dunia" selama ratusan tahun, dan industri jasa serta industri pariwisata telah menciptakan pertumbuhan ekonomi yang mengesankan dan stabil.