(Taiwan, ROC) -- Mendapat pengaruh dari tariff pajak yang diterapkan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump, perusahaan logistik terbesar dunia DHL sejak hari ini (21/4) untuk sementara menghentikan pengiriman ke Amerika Serikat dari perusahaan dengan nilai harga barang US$800 ke atas. Mengenai pengaruh terhadap pengiriman melalui laut dari Taiwan, pengusaha yang menerima wawancara hari ini secara jujur mengemukakan bahwa jumlah barang yang diekspor sudah mengalami penurunan sekitar 20 – 30%.
Terkena dampak badai tarif pajak yang diluncurkan Presiden AS Donald Trump secara global, ditambah dengan bea cukai AS yang sebelumnya juga menerapkannya pada pengiriman produk perorangan dengan nilai melebihi US$2.500 harus melalui proses pelaporan resmi yang rumit, di atas US$800 bisa menggunakan pelaporan yang sederhana, tetapi untuk sekarang ini, asalkan harga barang yang dikirim melampaui US$800, sudah harus melalui pelaporan bea cukai resmi yang rumit. Untuk itu pula Perusahaan Logistik Jerman DHL mulai hari ini (21/4) menghentikan layanan pengiriman e-comerse jenis seperti ini.
Selain itu, Wood Chen (陳木枝) yang pernah beberapa periode menjabat sebagai direktur dari International Ocean Freight Forwarder & Logistics Association Taiwan (IOFFLAT) satu-satunya perusahaan pengiriman laut Taiwan, ia menyampaikan, peraturan baru yang diberlakukan DHL memengaruhi usaha logistic, terutama pengiriman udara, termasuk pengiriman ke Taiwan dari Tiongkok untuk pencucian asal produk barang, baru kemudian dikirimkan dengan paket kecil ke Amerika Serikat. Mengenai pengiriman barang melalui laut yang pada prinsipnya memang harus melakukan pelaporan dan membayar perdagangan luar negeri.
Mengenai Amerika Serikat yang menerapkan tariff pajak timbal balik untuk produk yang dikirimkan dari Taiwan, meskipun baru akan diberlakukan 90 hari kemudian, tetapi pengiriman barang dari Taiwan ke Amerika Serikat telah mengalami penurunan yang signifikan.