(Taiwan, ROC) - Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah berulang kali menekankan bahwa Taiwan telah mengambil alih posisi AS dalam teknologi manufaktur semikonduktor, dan berharap untuk membawa rantai pasokan kembali ke AS. Mengingat bahwa semikonduktor adalah material strategis yang penting, tarif hukuman yang akan diumumkan pekan depan terhadap produk semikonduktor Taiwan diperkirakan tidak akan terlalu ringan, maka Taiwan harus tetap bersiap-siap.
Demikian ditegaskan oleh Liu Pei-chen (劉佩真), direktur Layanan Ekonomi Industri Taiwan di bawah Institut Penelitian Ekonomi Taiwan (TIER), menanggapi komentar Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick dalam wawancara dengan televisi ABC pada tanggal 13, bahwa ponsel cerdas, komputer, dan beberapa produk elektronik lainnya yang dikecualikan oleh Bea Cukai AS pada tanggal 11 hanyalah pengecualian sementara; sementara Presiden AS Donald Trump mengatakan pada tanggal 13 bahwa ia akan mengumumkan tarif baru pada semikonduktor minggu depan, terus mendorong tarif hukuman untuk menyelesaikan masalah perdagangan AS.
Karena semikonduktor adalah bahan perantara, bagaimana caranya mereka dikenakan pajak? Liu menganalisis bahwa di permukaan, ekspor langsung Taiwan ke AS berjumlah kurang dari 5%, tetapi banyak semikonduktor dirakit di Tiongkok dan tempat lain sebelum diekspor kembali ke AS.
Menurut Liu, dilihat dari ekspor tidak langsung, ekspor semikonduktor aktual Taiwan ke AS mungkin mencapai 35%, dan sebagian besarnya adalah chip logika dengan jumlah jauh melebihi Korea Selatan, Tiongkok, dan Jepang. Jika AS ingin melacak sumber hulu rantai pasokan dan mengenakan tarif, hal itu secara teknis dapat dilakukan tetapi akan sangat rumit dan mahal.
Liu mengatakan, "Karena proses pembuatan chip memerlukan banyak pemrosesan dan perakitan, transportasi dan pemindahan lintas batas, sebenarnya sulit untuk melacak lokasi pembuatan chip asli dan menerapkan pajak yang lebih akurat. Namun, jika pihak AS bertekad untuk memberlakukannya, itu bukannya tidak mungkin."
Liu juga menyetujui pendapat beberapa ahli bahwa dalam membandingkan biaya produksi chip di AS dengan biaya produksi di Taiwan setelah dikenakan pajak, kemungkinan besar manufaktur Taiwan akan tetap memiliki keuntungan lebih besar.
Menurutnya, produksi di AS memang dapat menghindari tarif, namun akan menghadapi masalah seperti rantai pasokan yang tidak lengkap, perbedaan budaya, dan perlunya teknisi yang siap sedia 24 jam sehari, namun karena AS mengendalikan beberapa teknologi semikonduktor dan faktor produksi utama, sehingga TSMC Taiwan masih harus menerima tekanan darinya.