(Taiwan, ROC) -- Menanggapi laporan media AS yang menyatakan bahwa rencana blokade Tiongkok terhadap Taiwan telah mencapai tahap persiapan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Hal ini muncul kekhawatiran tentang berapa lama Taiwan bisa bertahan dalam hal air, listrik, pangan dan energi jika diblokade. Menteri Ekonomi J.W. Kuo (郭智輝) menyatakan bahwa pemerintah memiliki strategi penanganan, tetapi tidak bisa mengungkapkan berapa lama Taiwan bisa bertahan.
Media Wall Street Journal melaporkan bahwa rencana blokade Tiongkok terhadap Taiwan telah mencapai tahap persiapan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Para ahli militer, termasuk Departemen Pertahanan AS, menganalisis bahwa Tentara Pembebasan Rakyat akan pertama-tama melakukan serangan udara terhadap infrastruktur Taiwan, kemudian mengerahkan kapal perang untuk mengepung Taiwan dan membangun blokade, serta menggunakan berbagai cara untuk mengepung Taiwan secara total dan memutus layanan infrastruktur penting dan jalur perdagangan.
Ketika ditanya di Yuan Legislatif perihal berapa lama Taiwan bisa bertahan dalam hal air, listrik, pangan, dan energi jika benar-benar diblokade atau bahkan menghadapi perang, Menteri Ekonomi J.W. Kuo menyatakan bahwa pemerintah memiliki rencana penanganan yang efektif. Ia mengatakan, "Kami memiliki strategi penanganan untuk hal ini, tetapi berapa lama bisa bertahan, kami tidak bisa menjawabnya."
Media juga menanyakan apakah harga listrik bisa turun setelah Taiwan dan AS memulai kerja sama investasi di sektor gas alam? J.W. Kuo menjelaskan bahwa Kementerian Urusan Ekonomi baru-baru ini telah mengeluarkan pengumuman, yang menyampaikan bahwa ini adalah langkah awal kerja sama Taiwan AS untuk tahun depan dan akan berkembang ke arah yang positif. Taiwan akan mempertimbangkan diversifikasi energi dan biaya untuk menjaga daya saing harga listrik, dan semua jenis energi akan dipertimbangkan.
Mengenai pernyataan ulang Direktur American Institute in Taiwan (AIT) Raymond F. Greene bahwa AS dapat menyediakan energi yang andal termasuk nuklir untuk Taiwan, J.W. Kuo menyatakan bahwa Taiwan menyambut baik diskusi tentang semua teknologi energi baru dan tidak akan menolak teknologi energi apapun. Taiwan juga akan mempertimbangkan teknologi energi baru yang disebutkan oleh Raymond F. Greene tersebut.