History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Taiwan Evaluasi Kenaikan Tarif Air: Skema Baru Pertimbangkan Sistem Harga Progresif

  • 22 March, 2025
  • 許秀玉
Taiwan Evaluasi Kenaikan Tarif Air: Skema Baru Pertimbangkan Sistem Harga Progresif
Taiwan Evaluasi Kenaikan Tarif Air: Skema Baru Pertimbangkan Sistem Harga Progresif / foto: Canva

 (Taiwan, ROC)—Yuan Eksekutif telah menginstruksikan Perusahaan Air Taiwan (TWC) untuk mengevaluasi tarif air. Dikabarkan bahwa skema tarif air yang baru akan menambah kategori tingkat penggunaan dan menerapkan sistem harga progresif, sehingga  selisih harga antar kategori semakin besar.

Menanggapi hal ini, TWC menegaskan pada 19 Maret bahwa belum ada keputusan final. Evaluasi tarif akan dilakukan berdasarkan tiga prinsip utama, yaitu tidak mempengaruhi kebutuhan dasar rumah tangga, meminimalkan dampak terhadap harga barang, serta memastikan keberlanjutan sumber daya air dan operasional TWC. Sesuai arahan Menteri Ekonomi J.W. Kuo (郭智輝), evaluasi ini akan diselesaikan dalam tiga bulan, dan laporan akan diserahkan ke Kementerian Ekonomi paling lambat awal April.

Tarif air belum mengalami kenaikan selama 31 tahun. Saat ini, setiap 1 meter kubik air yang dijual menyebabkan kerugian sebesar NT$2,45 (Rp1.000) bagi TWC. Perdana Menteri Cho Jung-tai (卓榮泰) menekankan bahwa masyarakat harus menghadapi kenyataan ini dan telah menginstruksikan evaluasi tarif air. Menurut laporan media, TWC sedang mempertimbangkan untuk mempertahankan tarif pada kategori pertama (penggunaan hingga 10 meter kubik) demi melindungi kebutuhan dasar rumah tangga. Sementara itu, kategori kedua (11-30 meter kubik) dan kategori ketiga (31-50 meter kubik) kemungkinan akan mengalami kenaikan kecil. Adapun kategori keempat (51 meter kubik ke atas) direncanakan mengalami kenaikan lebih signifikan, serta akan ditambahkan kategori baru.

Terkait kondisi keuangan TWC, Manajer Umum TW Wu Ching-wen (武經文) mengungkapkan bahwa total utang perusahaan telah melebihi NT$110 miliar, dengan beban bunga yang besar. Ditambah lagi dengan depresiasi biaya proyek infrastruktur, pada tahun 2024 TWC juga mengalami kerugian sekitar NT$3,9 miliar dan diperkirakan akan merugi NT$5,9 miliar tahun ini. Selain itu, tahun ini TWC akan memulai tahap kedua dari proyek delapan tahun untuk menurunkan tingkat kebocoran air, dengan total biaya NT$80,8 miliar, sebagian besar didanai secara mandiri. Beban keuangan perusahaan semakin berat, dan jika tarif listrik naik pada April, biaya operasional peralatan air bersih juga akan meningkat.

Komentar

Terbarumore