(Taiwan, ROC) -- Bank Sentral Taiwan dalam rapat dewan pengawas yang berlangsung hari ini (21/3) merevisi turun perkiraan Pendapatan Domestik Bruto (PDB) tahun ini menjadi 3,05%. Direktorat Jenderal Budjet, Akuntansi dan Statistik (DGBAS) beberapa hari lalu juga merevisi turun menjadi 3,14%, meskipun revisi turun yang dilakukan tidak besar, tetapi angkanya sudah mendekati 3%, pakar beranggapan sehubungan dengan tarif pajak Donald Trump akan diberlakukan pada April mendatang, dikhawatirkan akan memengaruhi ekspor dan perluasan pabrik Taiwan Semiconductor Company (TSMC) di Amerika Serikat, mungkin akan menghantam investasi dalam negeri, sehingga PDB tahun ini mungkin bisa di bawah 3%.
Bank Sentral merevisi turun perkiraan PDB tahun 2025 menjadi 3,05%, lebih rendah dari perkiraan yang dikeluarkan pada Desember 2024 yaitu 3,13%, DGBAS juga merevisi turun sebesar 0,15% menjadi 3,14%.
Kepala Pusat Penelitian Pengembangan Ekonomi Taiwan dari Universitas Sentral Wu Da-ren (吳大任) mengemukakan, pada April nanti Trump akan memberlakukan berbagai ragam tariff pajak, khususnya untuk tarif pajak wafer yang mungkin akan dikenakan sebesar 25%, kenaikan pajak akan berimbas pada kenaikan harga barang sehingga akan menurunkan permintaan, sedangkan cakupan ekspor Taiwan terhadap PDB mencapai 65% - 70%, sementara cakupan ekspor negara lainnya tidak terlalu besar seperti Korea, Jerman yang cakupannya hanya 40%, dan Tiongkok hanya 18%, untuk itu dibandingkan dengan negara lainnya, pengaruhi pada Taiwan cukup besar.
Selain itu, TSMC yang memperluas investasi sebesar US$100 milyar di Amerika, perusahaan lainnya juga akan mengikuti langkah ini, investor-investor yang tadinya adalah investor penting di Taiwan, apabila beralih ke Amerika Serikat maka akan menarik investasi mereka dari Taiwan, oleh karena ini di bawah situasi ekspor, investasi yang mengalami penurunan maka tingkat PDB tahun ini dikhawatirkan akan tembus di bawah 3%.